PT SOLID GOLD BERJANGKA

PT SOLID GOLD BERJANGKA

PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Posisi cadangan devisa mencerminkan adanya daya stabilitas nilai tukar Rupiah. Selama bulan Desember 2017, jika melihat kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), maka posisi nilai tukar Rupiah relative stabil di kisaran Rp13.500 per USD.

Jika mengulang kembali realisasi 2017, sepanjang tahun lalu nilai tukar Rupiah hanya terdepresiasi 0,78% menurut data hingga 21 Desember 2017. Besaran depresiasi yang di bawah 1% menurut Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mencerminkan stabilitas nilai tukar Rupiah yang semakin terjaga jika dibandingkan dengan tahun 2016.

Sedangkan dari tingkat nilai tukar Rupiah atau volatilitas Rupiah sejak bulan Januari 2017 hingga pertengahan Desember 2017, nilai tukar Rupiah berada di bawah angka 3%. Selain itu tingkat volatilitas Rupiah sejajar dengan ringgit Malaysia dan peso Filipina yang juga mengalami penurunan pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

1.Cadangan Devisa Oktober Menurun

Dibandingkan dengan September 2017, pada Oktober 2017 cadangan devisa mengalami penurunan sebesar USD2,9 miliar. Pada bulan September tercatat cadangan devisa sebesar USD129,4 miliar sedangkan pada Oktober cadangan devisa hanya sebesar USD126,5 miliar.

Penurunan devisa pada bulan Oktober 2017 sendiri karena dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya.

2. Cadangan Devisa November Juga Menurun

BI mencatat cadangan devisa Indonesia akhir November 2017 USD125,97 miliar. Hal ini menunjukan penurunan sebesar USD580 juta jika dibandingkan dengan posisi akhir di Oktober 2017 yang sebesar USD126,55 miliar.

Meskipun mengalami penurunan, cadangan devisa pada akhir November2017 tersebut cukup untuk membiayayi 8,4 bulan impor atau 8,1 bulan impor. Cadangan devisa juga cukup untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Selain itu, hal yang mengakibatkan adanya penurunan cadangan devisa juga karena dipengaruhi menurunnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia sejalan dengan kebutuhan pembayaran kewajiban valas penduduk.

3. Cadangan Devisa Baru Naik di Akhir Tahun

BI mencatat jumlah cadangan devisa hingga akhir Desember 2017 sebesar USD130 miliar atau meningkat sebesar USD4,03 miliar dari posisi sebelumnya, sebesar USD125,97 miliar.

Penyebab adanya kenaikan tersebut juga belum dapat dipastikan secara langsung. Secara detail Bank Sentral akan merilis posisi cadangan devisa Desember 2017 pada 8 Januari 2017 – PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR