https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 26 20 1969402 dana-asing-masuk-ri-capai-rp22-9-triliun-bM0e16V71X.jpg

PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Bank Indonesia (BI) mencatatkan hingga 25 Oktober 2018 terjadi arus modal asing atau capitali dari pembelian Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp22,97 triliun. Kondisi ini dinilai sebagai respons pasar terhadap kebijakan kenaikan suku bunga acuan BI sepanjang 2018.

Seperti diketahui, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 150 bps hingga Oktober 2018 ke level 5,75%. Pengetatan moneter tersebut dilakukan BI guna merespons kebijakan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebutkan, pada pekan ini aliran modal asing yang masuk melalui pembelian SBN mencapai Rp9,09 triliun. Namun dengan terjadinya aksi net jual, maka sejak tanggal 1-25 Oktober capitan inflow di pasar SBN mencapai Rp8,26 triliun.

“Perkembangan ini mengonfirmasi bahwa langkah yang ditempuh oleh BI baik dalam bentuk kenaikan suku bunga, mendorong aliran modal asing masuk,” katanya dalam media briefing di Kantor Pusat BI.

Dia menjelaskan, kebijakan kenaikan suku bunga acuan merupakan langkah Bank Sentral untuk tetap menjaga daya tarik aset keuangan Indonesia sehingga aliran modal asing tetap masuk, di samping juga bagian koordinasi dengan pemerintah untuk menurunkan defisit transaksi berjalan.

“Sehingga memang dengan kenaikan suku bunga dan kondisi relatif stabilnya nilai tukar Rupiah ini mendorong aliran modal asing masuk, khususnya yang terkait dengan fix income securities, yakni dalam SBN,” jelasnya.

Meski demikian, Perry mengakui, aliran modal aisng yang masuk melalui pasar saham masih rendah. Di mana pada pekan ini saja capital inflow hanya sebesar Rp2 miliar.

“Secara month to date (1-25 Oktober 2018) sebanyak Rp4,4 triliun masih outflow (dari pasar saham). Ini terkait perkembangan ekonomi global, khususnya perkembangan indeks harga saham di AS,” jelasnya.

Namun menurut Perry, dengan menengok arus masuk modal asing pada SBN menunjukkan langkah stabilisasi yang dilakukan BI telah membuahkan hasil. Baik dalam kenaikan suku bunga acuan, intervensi di pasar valuta asing, juga koordinasi dengan parbankan serta koorporasi dalam menjaga likuiditas valas sehingga mendukung stabilitas kurs Rupiah.

“Ini juga sebagai bentuk confident investor global terhadap ekonomi Indonesia, baik dari sisi makro maupun dari sisi sektor riil, termasuk koordinasi BI dan pemerintah baik dalam ranah kebijakan moneter dan fiskal juga langkah menurunkan CAD,” pungkasnya – PT SOLID GOLD BERJANGKA