People wearing face masks walk by an electronic stock board of a securities firm in Tokyo, Monday, Aug. 3, 2020. Asian shares were mixed on Monday, as investors watched surging numbers of new coronavirus cases in the region, including in Japan. (AP Photo/Koji Sasahara)

PT Solid Gold Berjangka Makassar – Ekonomi Amerika Serikat (AS) tengah menuju pemulihan dari pandemi COVID-19. Departemen Perdagangan AS mencatat produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh 6,4%.

Dikutip dari CNBC, Jumat (30/4/2021) laporan itu meningkat dari PDB kuartal IV-2020 sebesar 4,3% dan ekspektasi pasar sebesar 6%. PDB riil kuartal ini mencapai US$ 19,1 triliun. Angka itu menurun dari sebelum COVID-19 pada kuartal akhir 2019 yang jumlahnya hampir US$ 19,3 triliun.

Catatan pertumbuhan pada kuartal awal tahun ini menjadi yang terbaik sejak 1984. Menurut laporan Departemen Perdagangan AS kenaikan PDB kuartal pertama sebagian besar didorong oleh konsumen yang membelanjakan uang, terutama untuk membeli mobil, makanan dan minuman, dan layanan seperti restoran dan akomodasi.

Kepala Ekonom Action Economics, Mike Englund mengatakan tingginya tingkat belanja konsumen karena kepercayaan masyarakat yang meningkat setelah adanya vaksinasi COVID-19 dan lebih banyak stimulus dari pemerintah. Dibandingkan dengan 2020, di mana banyak tenaga kerja yang diPHK dan meningkatnya kasus infeksi COVID-19.

Namun, pertumbuhan ekonomi AS belum sepenuhnya kembali ke tingkat sebelum pandemi. Hal itu disebabkan oleh melambatnya ekonomi AS sebesar 33,4%, terutama pada kuartal II-2020.

Berdasarkan data dari Departemen Tenaga Kerja AS, masih banyak orang yang menganggur. Pekan lalu sebanyak 553.000 orang telah mengajukan tunjangan pengangguran.

Tetapi jumlah tabungan masyarakat di AS melonjak daripada sebelum pandemi. Tingkat tabungan pribadi mencapai 21% pada kuartal pertama, dengan total US$ 4,12 triliun.

Dolar AS Mulai ‘Menjinak’ ke Rupiah

Pergerakan nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah dalam sepekan terakhir mulai ‘menjinak’. Kurs dolar AS yang sempat menembus level Rp 14.668 dalam sebulan terakhir, perlahan merunduk ke level Rp 14.400an.

Pagi ini kurs dolar AS terpantau kembali menguat, naik 12 poin (0,08%) ke level Rp 14.439. Namun angka tersebut tercatat masih dalam rentang yang terlemah dalam sepekan terakhir.

Demikian dikutip dari data RTI, Jumat (30/4/2021). Hingga pukul 09.15 WIB, dolar AS terpantau bergerak di rentang Rp 14.415-14.446.

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, kurs dolar AS tercatat melemah 0,6% terhadap rupiah dengan pergerakan di level Rp 14.318-14.560. Begitu pula dalam sebulan terakhir, dolar AS yang sempat menembus level tertinggi di tahun ini Rp 14.668 tercatat melemah 0,76%.

Sedangkan sejak awal tahun, kurs dolar AS tercatat menguat 1,75% terhadap rupiah atau bergerak di rentang Rp 13.862-14.668.

dolar AS sendiri pagi ini terpantau melemah terhadap mayoritas mata uang lainnya. Mata uang Paman Sam tercatat paling lemah terhadap dolar Australia, baht Thailand, dan yen Jepang.

Sebaliknya, rupiah pagi ini terpantau bergerak variatif terhadap mata uang lainnya. Rupiah tercatat hijau terhadap won Korsel, dolar Taiwan, dolar Singapura, dan ringgit Malaysia.