Seorang customer service Bank BNI Syariah cabang Benhil Jakarta Pusat menunjukkan logam mulia emas batangan berukuran 10 dan 100 gram, akhir pekan lalu. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia, penjualan emas terus meningkat meskipun nilai tukar rupiah anjlok terhadap dollar AS. Jakarta (8/26/2013)

PT Solid Gold Berjangka Makassar – Harga logam mulia atau emas batangan Antam hari ini berada di level Rp 924.000 per gram. Angka tersebut sama dari hari sebelumnya yang mencetak rekor.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini turun Rp 2.000 ke level Rp 835.000/gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.
Berikut rincian harga emas Antam hari ini:

  • Emas batangan 1 gram Rp 924.000
  • Emas batangan 2 gram Rp 1.797.000
  • Emas batangan 3 gram Rp 2.674.000
  • Emas batangan 5 gram Rp 4.440.000
  • Emas batangan 10 gram Rp 8.815.000
  • Emas batangan 25 gram Rp 21.930.000
  • Emas batangan 50 gram Rp 43.785.000
  • Emas batangan 100 gram Rp 87.500.000
  • Emas batangan 250 gram Rp 218.500.000
  • Emas batangan 500 gram Rp 436.800.000

Dolar AS Menjinak, Rupiah Parkir di Rp 16.147/US$

Nilai tukar dolar (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 16.147. Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.262.

Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Jumat (27/3/2020). Posisi dolar AS pagi ini juga melemah 127 poin atau 0,7%.

Hingga pukul 09.20 WIB, dolar AS tercatat bergerak di level Rp 16.110-16.275. Sedangkan secara point to point terhadap setahun yang lalu, dolar AS berada di rentang Rp 13.565-16.620.

Dari data RTI, dolar AS pagi ini ada di level Rp 16.220. Angka tersebut melemah 85 poin atau 0,52% hari ini.

Dolar AS tercatat melemah terhadap yuan China, yen Jepang, dan dolar Singapura. Sedangkan rupiah menguat terhadap. euro, dolar Singapura, dan yuan China.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan kondisi pasar valas di Indonesia saat ini sudah semakin membaik.

“Pasar valas semakin membaik dan penguatan makin stabil. Mekanisme berjalan baik, bid dan over nya membentuk nilai tukar yang baik,” kata Perry dalam video conference di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Perry menyebut, kepanikan yang terjadi di pasar global turut mempengaruhi kondisi pasar keuangan dalam negeri.

“Di pasar obligasi pemerintah, investor asing sudah mulai membeli SBN di pasar sekunder. Outlflow juga mengalami penurunan, ini menunjukkan jika kondisi pasar keuangan, seperti saham dan obligasi semakin membaik,” jelas dia.