SOLID GOLD BERJANGKA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Selasa (07/02) dibuka lemah -0,15 persen atau -8,35 poin ke level 5387,65. Pelemahan IHSG tertekan pelemahan bursa global.

Bursa saham AS jatuh pada akhir perdagangan Selasa dinihari (07/02) tertekan pelemahan minyak mentah, serta kehati-hatian investor mencermati agenda kebijakan Gedung Putih dan mencerna laporan laba emiten. Indeks Dow Jones turun 0,09 persen, menjadi ditutup pada 20,052.42, dengan penurunan tertinggi saham Verizon. Indeks S & P 500 turun 0,21 persen, menjadi berakhir pada 2,292.56, dengan sektor energi memimpin sembilan sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq turun 3,21 poin, atau 0,06 persen, ke 5,663.55.

Pasar Saham Eropa ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin (06/02) terpicu kekhawatiran investor di tengah ketidakstabilan politik di Perancis dan AS. Indeks Pan-Eropa Stoxx 600 berakhir 0,68 persen lebih rendah dengan hampir semua sektor dan bursa utama di wilayah negatif.

Bursa Asia pagi ini juga dibuka lemah. Indeks Nikkei, ASX 200 dan Kospi dibuka di zona merah, mengikuti pelemahan bursa AS dan Eropa.

Setelah memasuki 15 menit pertama terpantau 106 saham menguat dan 72 saham melemah. Tercatat transaksi sebesar lebih Rp515 miliar dari lebih 16 juta lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak lebih 30.000 kali.

Pagi ini IHSG tertekan oleh 7 sektor yang negatif, dengan pelemahan tertinggi sektor Konsumer yang turun 0,47 persen.

Pagi ini terjadi aksi profit taking investor asing. Terpantau dana asing yang keluar pasar modal mencapai net Rp1,28 miliar.

Analyst Solid Gold Berjangka memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya IHSG berpotensi melemah terbatas dengan pelemahan bursa global. Namun peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 diharapkan dapat mengangkat bursa. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 5368-5348, dan kisaran Resistance 5408-5428.