SOLID GOLD BERJANGKA – Indeks Nikkei di Bursa Jepang pada awal perdagangan Selasa (29/11) dibuka negatif, terpantau saat ini turun -34,31 poin atau -0,19 persen di 18.322,58. Pelemahan indeks Nikkei tertekan penguatan mata uang Yen meskipun rilis data pemerintah mengisyaratkan stabilisasi permintaan domestik.

Bursa Saham Jepang tertekan oleh yen yang lebih kuat, yang diperdagangkan di 112,00 terhadap dolar pada Selasa pagi di Asia, naik dari tingkat dekat 113,00 pada minggu sebelumnya.

Saham eksportir utama yang sensitif terhadap yen diperdagangkan bervariasi. Saham Toyota datar, saham Honda turun 0,24 persen, saham Mazda turun 0,75 persen. Saham Sharp turun 1,08 persen, sementara Canon dan Nikon naik masing-masing 0,31 dan 2,54 persen.

Namun pelemahan tersebut dikurangi dengan adanya rilis data pemerintah yang mengisyaratkan stabilisasi permintaan domestik.

Tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman negara stabil pada bulan Oktober di 3 persen, tingkat yang sama seperti Agustus.

Pengeluaran rumah tangga di Jepang turun 0,4 persen pada tahunan pada bulan Oktober, tapi jatuh pada kecepatan yang lebih lambat dari perkiraan median untuk penurunan 0,6 persen, menurut Reuters. Secara terpisah, penjualan ritel turun 0,1 persen pada tahunan untuk bulan yang sama, jatuh kurang dari estimasi median Reuters untuk penurunan tahunan 1,2 persen.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -20,00 poin atau -0,11 persen pada 18,310, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 18,330.

Analyst SOLID GOLD BERJANGKA memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks Nikkei akan bergerak lemah dengan penguatan Yen. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 17,837-17,334, dan kisaran Resistance 18,842-19,359.