SOLID GOLD BERJANGKA – Sedikitnya 187 pagoda dan kuil kuno di Myanmar rusak akibat gempa bumi 6,8 Skala Richter (SR). Otoritas Myanmar mengerahkan sejumlah besar personel kepolisian dan tentaranya untuk melindungi pagoda dan kuil yang rusak itu.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (25/8/2016), kerusakan dan dampak gempa terhadap warga setempat, menurut otoritas setempat, tidak terlalu besar. Laporan kerusakan justru banyak muncul dari pagoda terkenal yang banyak terdapat di Myanmar bagian tengah.

Pusat gempa terletak tak jauh dari Bagan, yang merupakan situs arkeologi terkenal di Myanmar. Terdapat sekitar 2 ribu – 3 ribu pagoda di wilayah Bagan, yang dibangun pada abad ke-11 hingga abad ke-13 silam. Bagan sendiri dikenal sebagai ‘Kota 4 Juta Pagoda’.

Satu skuadron polisi dan sejumlah truk berisi personel militer dikerahkan ke sejumlah lokasi pagoda yang rusak. Beberapa saksi mata Reuters mengaku melihat truk tentara bergerak ke Badan pada Kamis (25/8) pagi. Sedangkan polisi mulai menjaga pagoda kuno yang mengalami kerusakan parah. Pagoda-pagoda yang rusak rencananya akan diperbaiki dalam beberapa waktu ke depan.

“Saya sangat sedih karena pagoda kuno kami rusak dan beberapa roboh sekarang. Saya harap hal seperti ini tidak terjadi lagi,” terang Aung Naing Win (32), warga Bagan yang berprofesi sebagai pembuat kerajinan.

“Tapi mungkin otoritas setempat seharusnya membiarkan pagoda yang rusak, tidak diperbaiki agar generasi masa depan bisa melihat bencana semacam ini pernah terjadi,” imbuhnya.

Otoritas setempat menyebut, tiga orang tewas akibat gempa yang mengguncang Myanmar pada Rabu (24/8) sore ini. Ketiga korban tewas terdiri atas seorang pria berusia 22 tahun yang tewas tertimpa reruntuhan pabrik rokok di wilayah Pakokku dan dua anak perempuan berusia 7 dan 15 tahun, yang tewas tertimpa puing pagoda yang roboh di Yenanchaung, sebelah barat Chauk.

Gempa 6,8 SR ini berpusat di dekat kota Chauk, sebuah kota dekat Sungai Irrawaddy yang berjarak beberapa ratus kilometer sebelah barat laut dari Ibu Kota Myanmar, Naypyidaw.