President Donald Trump speaks during his campaign rally at BOK Center in Tulsa, Okla., Saturday, June 20, 2020. (Ian Maule/Tulsa World via AP)

PT Solid Gold Berjangka Makassar – Donald Trump sering menyalahkan China atas merebaknya pandemi Corona (Covid-19). Kini, Trump pun terjangkit penyakit ini.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan istrinya, Melania, dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (COVID-19). Selama ini, Trump sering menyalahkan China atas pandemi ini.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (2/10/2020), Trump mengungkapkan hasil tes itu via akun Twitternya pada Kamis (1/10) malam waktu AS. Dirinya dan Melania kembali menjalani tes Corona setelah salah satu penasihat dekatnya, Hope Hicks, dinyatakan positif Corona pada Kamis (1/10) waktu setempat.

“Malam ini, @FLOTUS (Melania-red) dan saya dinyatakan positif COVID-19,” tutur Trump via akun Twitternya.

“Kami akan memulai karantina kami dan proses pemulihan segera. Kami akan melalui ini BERSAMA!” imbuhnya.

Trump yang berusia 74 tahun berada dalam risiko tinggi untuk terkena komplikasi serius akibat virus Corona. Diagnosis positif ini menjadi pukulan besar bagi Trump yang selama ini berusaha meyakinkan publik AS bahwa keburukan pandemi Corona telah terlewati.

Trump selalu menyalahkan China atas merebaknya wabah Corona di negaranya. Trump bahkan menuding WHO gagal soal penanganan Corona dan bias kepada China pada 8 April 2020 lalu lewat akun Twitternya. Trump pun mengatakan bahwa dirinya akan menahan pendanaan untuk WHO. Sumber pendanaan terbesar WHO adalah AS.

Kemarahan Trump cukup beralasan. Pada 31 Januari lalu, memang WHO menyarankan agar negara-negara tetap membiarkan perbatasan masing-masing terbuka meski ada wabah Corona. Namun, Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus membela diri. Dia menyindir AS dengan pernyataan ‘yang terkuatlah yang harusnya memimpin’.

Beberapa hari berselang, seperti dilansir AFP, Trump benar-benar merealisasikan ancamannya itu. Pada Selasa (14/4) Trump menyetop dana AS untuk WHO. AS menyediakan US$ 400 juta tahun lalu.

Selanjutnya, Trump meyakini bahwa virus Corona (COVID-19) berasal dari laboratorium virologi China. Trump bahkan mengklaim memiliki bukti soal itu.

Dilansir Reuters, Jumat (1/5/2020), Trump pada Kamis (30/4) lalu mengaku sudah melihat bukti yang memberinya
‘tingkat kepercayaan yang tinggi’ jika virus mematikan itu berasal dari Institut Virologi Wuhan, China. Namun, Trump enggan membeberkan bukti yang dimilikinya. “Ya, ya sudah,” katanya, menolak untuk memberikan spesifik. “Aku tidak bisa memberitahumu itu. Saya tidak diizinkan memberi tahu Anda tentang itu,” imbuh Trump.

Trump juga pernah melontarkan ungkapan rasis dengan menyebut ‘kung flu’ sebagai kata ganti untuk virus Corona COVID-19 pada kampanye di Tulsa, Oklahoma pada Sabtu (20/6/2020).

“Virus ini memiliki lebih nama dari pada penyakit lain dalam sejarah. Saya menamainya kung flu. Saya bisa menyebutkan 19 versi nama yang berbeda,” ujar Trump saat berkampanye.

“Tidak rasis sama sekali. Itu berasal dari China. Saya hanya ingin menjadikannya akurat,” tambanya.

Sementara itu, media pemerintah China, Global Times, memberikan komentar sindiran terhadap Trump. Global Times menyebut Trump merasakan konsekuensi karena meremehkan Corona.

Seperti dilansir Associated Press dan Reuters, Jumat (2/10/2020), pemerintah China belum memberikan komentar resmi soal kabar Trump positif Corona. Kantor berita China, Xinhua News Agency, menampilkan berita soal Trump dalam flash news sedangkan penyiar televisi nasional, CCTV, sempat mengumumkannya.

Komentar untuk Trump datang dari editor surat kabar pemerintah China, Global Times, Hu Xijin, yang dikenal sangat vokal. Dalam komentar berbahasa Inggris via Twitter, Hu menyebut Trump merasakan konsekuensi karena meremehkan Corona.

“Presiden Trump dan Ibu Negara telah membayar harga untuk pertaruhannya meremehkan COVID-19,” tulis Hu dalam komentarnya.

Komentar lainnya datang dari China Daily, yang merupakan surat kabar China resmi berbahasa Inggris. “Hasil tes positif menjadi pengingat lainnya bahwa virus Corona terus menyebar, bahkan ketika Trump berupaya mati-matian menyatakan virus itu tidak lagi memicu bahaya,” sebut China Daily dalam ulasannya.

“Sejak muncul pada awal tahun ini, Trump, Gedung Putih dan tim kampanyenya telah meremehkan ancamannya dan menolak untuk mematuhi panduan kesehatan publik mendasar — termasuk yang dikeluarkan oleh pemerintahannya sendiri — seperti memakai masker di tempat umum dan mempraktikkan social distancing,” lanjut ulasan itu – PT Solid Gold Berjangka