SOLID GOLD BERJANGKA – Kepala Satpol PP DKI Jakarta Jupan Royter bersyukur penertiban bangunan yang melanggar aturan di Rawajati, Jakarta Selatan, bisa terlaksana. Dia berharap masyarakat yang rumahnya terkena penertiban mau direlokasi ke Rusun Marunda, Jakarta Utara.

“Saya kira enggak ada pemerintah yang mau menyengsarakan masyarakat. Kita mencari solusi, pemda mencari solusi,” kata Jupan saat dihubungi detikcom lewat telepon, Kamis (1/9/2016) malam.

“Makanya ini (penertiban di Rawajati-red) namanya sebenarnya operasi kemanusiaan, relokasi. Kita lakukan penataan, warga kita pindahkan,” sambungnya. Kawasan Rawajati yang dilakukan penertiban itu menurutnya akan dikembalikan fungsinya menjadi ruang terbuka hijau.

Jupan berharap warga Rawajati yang terdampak penertiban mau direlokasi ke Rusun Marunda, Jakarta Utara. Dia juga mengimbau agar warga tak terprovokasi oleh pihak-pihak yang sengaja memperkeruh suasana.

“Kami berharap masyarakat itu jangan mau terprovokasi, dimanfaatkan orang-orang yang punya kepentingan lain,” ucapnya.

Satpol PP lebih humanis

Di sisi lain, Jupan merasa bersyukur penertiban di Rawajati bisa terlaksana meski sempat terjadi kericuhan antara warga dan anak buahnya. Ada hal penting yang juga dilihat Jupan dalam peristiwa ini, yakni anak buahnya tak terprovokasi.

“Saya bersyukur penertibannya enggak sampai gagal, masyarakat juga mengerti, enggak sampai ngotot. Anggota saya juga enggak ada yang terpancing emosinya, enggak ada yang balas,” jelasnya.

Dikatakan Jupan, dirinya memang menekankan ke jajarannya agar melakukan penertiban secara humanis dan persuasif. Jika ada oknum yang melakukan pelemparan, jangan membalas. Dia tak mau ada benturan antara Satpol PP dan masyarakat karena hal itu hanya akan merugikan kedua belah pihak.

“Kami kan enggak ada pakai pentungan dan senjata. Saya saja Kasatpol PP enggak pakai apa-apa kok,” ucapnya. “Saya selalu ingatkan anggota saya mengedepankan waspada, humasis, persuasif kalau dilempar jangan panas,” sambungnya.

Dalam bentrokan di Rawajati, Jupan menyebut ada 3 anggotanya yang terluka. Sementara dari warga juga diketahui ada 4 orang yang terluka.

Jupan telah menjenguk para anak buahnya yang terluka ini di rumah sakit. Ketiga orang ini ada yang dijahit pelipisnya karena terkena lemparan batu, ada juga yang mata kirinya memar.

“Tapi saya bersyukur enggak ada yang kondisinya mengkhawatirkan,” ucapnya. Dia mengaku berterima kasih atas kerja keras para anak buahnya di lapangan.

Ditambahkan Jupan, seperti dikatakannya tadi, dirinya selalu menekankan agar anak buahnya bersikap humanis dan persuasif dalam melakukan penertiban. Dia meminta agar warga melapor jika ada oknum Satpol PP yang bertindak tak semestinya.

“Laporkan ke saya kalau anak buah saya enggak benar, pasti saya sikat,” tegasnya.