SOLID GOLD BERJANGKA – Produsen otomotif Jepang yang bermarkas di Hiroshima, Mazda Motor Corporation, kini menjadi perusahaan otomotif terkemuka di Jepang setelah Toyota. Sang pendiri Mazda Jujiro Matsuda, di tahun 1931 dengan nama pabrik Toyo Kogyo pertama kali meluncurkan truk tiga roda yang dikenal dengan nama Mazda Go.

Desain kendaraan yang menyerupai sepeda motor tiga roda dilengkapi bak di belakang untuk angkutan barang saat ini. Setelah jenis DA, di tahun 1938 Matsuda kembali meluncurkan jenis GA Green Panel dengan teknologi 4 percepatan dan lebih hemat 20 persen konsumsi bahan bakar dari produk sebelumnya. Mazda Go inilah yang menjadi cikal bakal produk-produk otomotif Mazda berikutnya.

Peristiwa Bom Hiroshima bertepatan dengan ulangtahun Matsuda, 6 Agustus 1945, telah meluluhlantakkan kota Hiroshima dengan korban tewas sekitar 14.000 orang. Saat terjadi bom, Matsuda baru saja kembali dari kota Hiroshima usai memangkas rambutnya, sesuai dengan tradisi orang Jepang ketika berulang tahun.

Shin Ichiro Uetsuki, staff manager Corporate Communication Mazda Motor Corporation, dalam presentasi media tur bersama sejumlah jurnalis dari Asia, di pabrik Mazda, Hiroshima, Senin (20/2/2017), menyebutkan setelah peristiwa Bom Atom yang menghancurkan kota dan perekonomian Hiroshima serta kota-kota lainnya di Jepang, Matsuda tidak kehilangan semangatnya untuk membangun kembali Toyo Kogyo dan mengembangkan teknologi produk-produknya.

“Warga Hiroshima bangkit kembali bersama Mazda Go, lalu pada tahun 1960, Mazda meluncurkan produk roda empatnya jenis R360 Coupe. Tujuh tahun kemudian, Mazda memperkenalkan mobil berteknologi rotary engine pertama, yakni Cosmo Sport 110S,” tutur Uetsuki.

Di tahun 1957, lanjut Uetsuki, Toyo Kogyo telah memproduksi sebanyak 41.504 unit Mazda Go dengan jumlah tenaga kerja 4.467 orang. Satu dekade setelahnya, Toyo Kogyo telah memiliki 21.096 tenaga kerja dan mampu memproduksi 404.287 berbagai jenis kendaraan, seperti Mazda Carol, Mazda Familia atau Mazda Bongo.

Saat ini Mazda memiliki dua pabrik di Jepang yang bertempat di Hiroshima dan Hofu dengan jumlah produksi 1 juta unit pertahunnya. Nama pabrik Toyo Kogyo berganti nama menjadi Mazda Motor Corporation pada tahun 1984, yang diambil nama pendirinya, Jujiro Matsudo juga bersumber dari nama Dewa Ahura Mazda yang menjadi simbol kebijaksanaan, kecerdasan dan keselarasan.

“Filosofi Mazda adalah Jinbai Ittai, kuda dan penunggangnya menjadi kesatuan, mengemudikan Mazda seperti mencerminkan diri sendiri, dengan kedamaian pikiran, selaras dengan pengemudinya, didesain dengan estetika dan cita rasa Jepang yang bisa memenangkan hati pengemudinya,” pungkas Hidetoshi Kudo, GM Corporate Communication Mazda Motor Corporation dalam acara yang sama.

Untuk mengenang proses kebangkitan industri otomotif di Hiroshima, Mazda juga mendirikan Museum Mazda di distrik Aki, kawasan industri Mazda dengan menampilkan seri perdananya, Mazda Go yang ketika itu masih berlogo Mitsubishi hingga seri teranyar CX5, MX5 dan Roadster RF. Di Museum ini juga memamerkan mesin rotari dan mobil balap Mazda 787B yang merupakan mobil balap Jepang pertama yang memenangkan balapan 24 jam di Le Mans, Perancis.