SOLID GOLD BERJANGKA – Membudayakan demokrasi yang modern. Itulah komitmen yang dipegang kuat Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Meski dahulu rival, keduanya saling membantu dan tidak menjegal satu sama lain.

Komitmen itu diungkapkan Jokowi dan Prabowo setelah bertemu selama satu jam di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, pada Kamis 17 November 2016.

Jokowi saat itu mengenakan kemeja batik warna cokelat, sedangkan Prabowo mengenakan kemeja safari warna putih yang menjadi ciri khasnya, dan peci warna hitam. Sambil menyeruput teh, Jokowi dan Prabowo menyampaikan hasil pertemuan tertutup itu. Suasananya penuh keakraban.

Jokowi berterima kasih atas kunjungan balasan Prabowo. Dia berharap momen silaturahim ini menjadi tradisi untuk segenap elemen bangsa. “Saya berharap budaya seperti ini juga sampai ke tengah sampai ke bawah,” ujar Jokowi yang sebelumnya mengunjungi kediaman Prabowo di Hambalang pada 31 Oktober lalu.

Jokowi dan Prabowo sepakat untuk menjaga kemajemukan bangsa. Mereka berpendapat perbedaan politik merupakan hal wajar dalam era demokrasi. “Pak Jokowi tidak takut dengan kritik. Jadi jangan, beliau tidak minta kita membeo. Demokrasi yang modern bukan bebek, itu salah. Tapi satu hal beberapa hal yang Anda perhatikan nilai-nilai kita sama, Pancasila, NKRI, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika,” kata Prabowo yang menjadi rival Jokowi saat Pilpres 2014 silam.

Prabowo juga mengajak para tokoh untuk menjaga kesejukan, ketenangan dan tutur kata. “Kita pernah rival tetapi tetap bersahabat. Perbedaan politik hal biasa tidak boleh jadi perpecahan yang berkelanjutan,” kata Prabowo memberikan contoh.