SOLID GOLD BERJANGKA – Ada yang berbeda dengan tampilan kereta trem di Australia. Moda transportasi ini diberi sentuhan seni menarik selama Melbourne Festival berlangsung.

Melbourne Art Trams menjadi bagian dari Melbourne Festival, yang merupakan perayaan seni terbesar di Australia dan karya kolaborasi dengan Creative Victoria and Public Transport Victoria.

Delapan trem di Melbourne pun disulap menjadi karya seni bergerak yang bisa traveler nikmati sejak bulan Oktober 2016 hingga April 2017. Reko Rennie, seniman dari Victoria ikut andil dalam mendesain trem di Melbourne ini.

Melalui judul ‘Always was, Always will be’ Rennie merefleksikan warisan budaya penduduk asli Australia, yang dikombinasikan dengan ikonografi kebudayaan Kamilaroi dengan sentuhan elemen gaya seni jalanan.

“Melbourne Art Trams merayakan dua aset penting yang dimiliki oleh Melbourne yakni trem dan kreativitas,” Kata Martin Foley, Menteri Industri Kreatif dalam rilis kepada detikTravel, Rabu (26/10/2016).

Trem karya Rennie merupakan Art Tram pertama yang diluncurkan oleh Menteri Industri Kreatif pada tahun ini. Selain Rennie, ada sejumlah seniman lain yang ikut serta mendesain trem di Melbourne.

Para seniman itu adalah Damiano Bertoli, Joceline Lee, Eddie Botha, Jon Cattapan, Mimi Leung, Eliza Dyball dan Megan Evans bersama Eve Glenn. Traveler yang liburan ke Melbourne pun bisa menikmati karya seni mereka saat akan jalan-jalan naik trem. Tampilan kereta itu pun makin fotogenik untuk diabadikan dalam kamera.

“Melbourne Festival adalah kesempatan yang unik untuk menikmati semua karya seni yang bergerak, dimulai dengan desain yang luar biasa oleh Reko, hingga perjalanan menelusuri kota dari St Kilda ke Coburg,” kata Jonathan Holloway, Direktur Artistik Melbourne Festival.

Kalau kereta di Jakarta dibuat seperti ini, seru kali ya?