SOLID GOLD BERJANGKA – Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, mengharapkan rivalnya, capres Partai Demokrat Hillary Clinton, segera pulih dari pneumonia yang dideritanya. Trump berjanji akan merilis catatan medisnya dalam waktu dekat.

Tidak biasanya, Trump yang dikenal lantang dan kerap berkomentar kasar ini sedikit menahan diri dalam mengomentari kondisi kesehatan Hillary. Dalam pernyataan publik pertamanya, Trump berbesar hati mendoakan kesembuhan Hillary.

“Sesuatu sedang terjadi, tapi saya mengharapkan dia (Hillary) segera sembuh dan kembali ke kampanye, dan kita akan melihatnya dalam debat,” ucap Trump dalam wawancara via telepon dengan media AS, Fox News, seperti dilansir AFP, Selasa (13/9/2016). Trump merujuk pada debat kedua capres yang akan digelar pada 26 September mendatang.

Kondisi kesehatan mantan Ibu Negara AS ini terungkap ke publik setelah Hillary jatuh sakit saat menghadiri upacara peringatan 15 tahun tragedi 9/11 pada Minggu (11/9) pagi dan terpaksa meninggalkan lokasi lebih awal dari yang lain. Tim kampanye Hillary dan juga dokter yang menanganinya menyebut istri mantan Presiden AS Bill Clinton itu telah didiagnosis menderita pneumonia atau paru-paru basah sejak Jumat (9/9).

Sedangkan Trump yang kini berusia 70 tahun ini, menyatakan dirinya telah menjalani pemeriksaan medis dan akan segera merilis hasilnya kepada publik. “Saya pikir hasilnya akan baik. Saya merasa sangat baik, tapi ketika hasilnya keluar, saya akan merilis angka-angka yang sangat spesifik,” sebutnya.

Sejauh ini, Trump baru merilis surat singkat dari dokternya yang menjelaskan secara singkat soal kondisi kesehatannya. Dalam surat itu, dokter menyebut Trump akan menjadi sosok paling sehat yang pernah menjabat Presiden AS, jika terpilih nantinya.

Dua media AS, pada Senin (12/9), melaporkan bahwa staf-staf tim kampanye Trump diminta untuk menghormati kondisi kesehatan Hillary dan tidak memposting komentar apapun soal isu itu di media sosial. Sumber dari tim kampanye Trump menuturkan kepada CNN, bahwa pelanggaran atas instruksi itu bisa berujung pemecatan.

Trump sendiri, selama ini, dikenal keras hati dan kerap melontarkan serangan personal. Dalam beberapa minggu terakhir, Trump menyebut rivalnya yang berusia 68 tahun memiliki masalah kesehatan serius yang bisa mengganggu tugasnya sebagai kepala negara. Berbagai spekulasi pun muncul di internet soal penyakit Hillary, mulai dari tumor otak, Parkinson hingga dementia.