PT SOLID GOLD BERJANGKA – Toyota rupanya sengaja mengerem suplai Avanza untuk memuluskan langkah adiknya, Calya. Hasilnya dalam penjualan wholesales, Calya mengasapi Avanza.

“Itu sudah merupakan strategi kami, untuk mendorong penjualan Calya,” ujar Kepala Divisi Pemasaran PT Toyota-Astra Motor Anton Jimmy, saat dihubungi detikOto, Rabu (14/9/2016).

Jika dilihat dari segi wholesales (pengiriman kendaraa ke diler) pada bulan Agustus, Calya memang memiliki angka pengiriman 9.241 unit, mengalahkan Avanza yang telah terkirim 9.123 unit. Hal tersebut diakui oleh Anton, namun dia juga mengatakan bahwa, dari segi retail sales (penjualan langsung ke konsumen) Avanza masih di atas Calya.

“Avanza 9.700 retailnya, Calya 8.200 unit. Dari by order Calya memang lebih besar tapi enggak jauh ya, Calya 16.000-an, Avanza 14.000-an, ini order di Agustus,” ujar Anton.

Anton memang tak memungkiri ke depan, Calya memiliki peluang untuk menyamai ataupun melampaui Avanza dari semua segi penjualan. “Tapi memang kita lihat potensi Calya untuk melampaui Avanza itu cukup besar,” tambah Anton.

Sistem dalam berbagai komponen mobil memang sangat rumit, namun hal ini tak seharusnya membuat Anda malas mengetahui beberapa cara kerja dari berbagai komponen di dalamnya seperti sistem pengereman.

Pertama, terdapat sistem pengereman hydraulicatau hidraulis Secara sederhana sistem hidraulis adalah mekanisme yang memanfaatkan tekanan zat cair atau fluida sebagai media penggerak, dalam hal ini adalah zat cair yang digunakan adalah minyak rem.

Sehingga fungsi minyak rem sangatlah vital karena dia berfungsi sebagai media penggerak di dalam sebuah selang atau pipa.

Ketika pedal rem ditekan maka gerakan menekan dari pedal akan dibantu dengan booster yang memanfaatkan kevakuman dari mesin untuk menekan hydraulic pada master cylinder.

Sehingga sebenarnya tekanannya bukan hanya dari gaya yang dihasilkan ketika kaki kita menginjak pedal saja tapi juga dibantu oleh kevakuman mesin ketika sedang menyala.

Karena itulah jangan sekali-kali melewati turunan dalam keadaan mesin dimatikan karena jika itu dilakukan maka rem hanya tinggal mengandalkan tekanan dari kaki kita saja.

Lalu tekanan dari pedal dan booster tadi menekan master silinder, komponen ini terletak diruang mesin tepatnya dibalik pedal(karena berhubungan langsung dengan booster dan pedal).

Master silinder inilah yang berfungsi meneruskan tekanan dari pedal dan booster kemudian membaginya ke seluruh rem pada empat roda mobil.

Master silinder yang jamak digunakan adalah tipe tandem, yang artinya adalah menggunakan dua penekan(piston) di dalam master sislinder tersebut

Masing-masing piston dalam master silinder bekerja menciptakan tekanan untuk sebuh sirkuit atau jalur independen. Satu jalur terhubung ke rem depan kanan & belakang kiri. Satu yang lainnya adalah jalur rem depan kiri & belakang kanan.

Tujuan dari pembagian kedua jalur tersebut adalah untuk mengantisipasi jika salah satu piston di master silinder mengalami kerusakan, maka yang tidak berfungsi adalah(misalkan) pada bagian depan kanan dan belakang kiri saja.

Sedangkan salah satu rem depan masih dapat berfungsi, sebagaimana kita tau bahwa kerja rem depan lebih penting dibandingkan rem belakang.

Jika pembagian sirkuit atau jalur independen dibagi antara dua rem depan dan dua rem belakang, maka jika sewaktu-waktu yang mengalamai kerusakan adalah sirkuit yang mengarah ke piranti penghenti laju bagian depan maka akan wasalam, karena tinggal mengandalkan teromol bagian belakang yang daya cekramnya tidak seberapa.

Kemudian, tekanan yang dihasilkan oleh master silinder lalu diteruskan dengan media pipa besi kecil dan selang karet.

Pipa rem menyalurkan tekanan hidraulis dari keluar master silinder hingga ke kolong mobil, lalu ketika akan menuju ke roda maka peran pipa besi kecil tersebut digantikan oleh selang rem karet, hal tersebut dirancang karena sifat selang karet yang fleksibel untuk mengikuti pergerakan rem di roda(naik-turun ataupun ketika roda berbelok).

Untuk jalur pipa rem yang mengarah ke rem belakang, terlebih dahulu melewati komponen yang bernama Proportioning Valve (P valve), fungsinya adalah mengontrol atau menyesuaikan tekanan hydraulic pada rem belakang agar kerja rem belakang tidak terlalu dominan.