SOLID GOLD BERJANGKA – Polisi meralat informasi soal taksi yang nyemplung di Dermaga Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok. Sebelumnya polisi menyebut taksi Blue Bird, namun ternyata taksi Sepakat.

“Bukan taksi Blue Bird, tapi taksi Sepakat. Tadi salah informasi,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Hanny Hidayat kepada detikcom, Senin (5/9/2016).

Hanny menjelaskan, 4 penumpang yang merupakan ABK Tongkang Totot II Jambi. Kapal tongkang yang mengangkut sawit dari Jambi itu sedang bersandar di dermaga tersebut.

“Mereka istirahat, kemudian malam hari mereka keluar untuk cari makan,” imbuhnya.

Saat itu, selain keempat ABK kapal Tongkang Totot II Jambi, ada 4 ABK dan Tugboat Yang Viti I Jakarta yang juga keluar bersama para korban. Mereka menggunakan 2 taksi berbeda, berjalan beriringan.

Belajar menyetir mobil di pinggiran dermaga Pelabuhan Tanjung Priok berakibat fatal. Mobil Pick up Izuzu Panther warna putih  Nopol B 9273 TAB tercebur ke laut. Dua orang yang berada di dalamnya Alib Sudibyo dan Hendar tenggelam bersama kendaraannya, Selasa  pukul 06:00, (12/1/2016).

Hendar (20) yang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan saudaranya Alib Sudibyo (30) yang juga pemilik kendaraan naas tersebut  tewas dan sempat hilang dari dalam mobil.

Mayat Alib baru ditemukan sekitar pukul 10.30  oleh petugas Dit Pol Air, Kopaska TNI AL dan SAR Pelabuhan Tanjung Priok.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Victor Inkiriwang menjelaskan mereka berdua ke Pelabuhan Tanjung Priok awalnya untuk mengecek  alat berat tanggo secara rutin sebab korban bekerja  sebagai mountainan di PT Portek.