SOLID GOLD BERJANGKA – Hari ini Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud, mampir ke Indonesia dengan membawa misi menjalin hubungan kerja sama bilateral. Sebelumnya, sang raja dan rombongan sudah bermalam di Malaysia.

Selama empat hari sejak Minggu (26/2/2017), Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dari Arab Saudi mengunjungi Malaysia. Negara ini langsung mendapatkan kesepakatan investasi US$ 7 miliar atau sekitar Rp 93 triliun.

Investasi ini dilakukan oleh BUMN perminyakan Arab Saudi, Saudi Aramco. Adapun investasi yang dikucurkan berupa proyek pembangunan kilang minyak yang dilakukan oleh Petronas.

Pengumuman investasi ini dilakukan oleh Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. Menurut Najib, hubungan Malaysia dan Arab Saudi sangat erat.

Saudi Aramco bakal menanamkan investasi US$ 7 miliar ke proyek kilang minyak Petronas yang nilainya US$ 27 miliar.

“Ini investasi yang sangat besar dan sangat signifikan,” kata Najib, dilansir dari AFP, Rabu (1/3/2017).

Proyek kilang minyak ini berdiri di selatan Johor, dekat perbatasan dengan Singapura. Proyek ini dikenal dengan Refinery and Petrochemical Integrated Development Project, atau kilang minyak dan petrokimia yang terintegrasi.

Bagaimana dengan Indonesia, apa yang bisa didapat?

Menurut Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, setidaknya akan ada 10 penandatanganan MoU antara Raja Salman dengan Presiden Joko Widodo. Pihak hari ini sudah merampungkan draft dari kesepuluh MoU tersebut.

“Kemarin kita sudah selesaikan 8, pagi ini ada 2 MoU lagi,” tuturnya di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Selasa (28/2/2017) kemarin.

Osama menjabarkan kesepuluh MoU tersebut merupakan perjanjian dari berbagai sektor. Seperti keamanan, islamic affair, kesehatan, budaya, pendidikan, komersian, UMKM, perikanan, pertanian dan penerbangan sipil.

Sayangnya Osama mengaku tidak mengetahui berapa besaran dana yang akan dikeluarkan dari 10 kerja sama tersebut.

“Saya tidak tahu berapa besar, tapi pastinya sangat besar, bayangkan ada 10 kerja sama,” imbuhnya.

Di sektor energi Osama mengatakan, belum ada kesepakatan investasi yang akan ditandatangani. Namun, Pertamina tetap akan menawarkan kerja sama untuk kilang yang akan dibangun.