SOLID GOLD BERJANGKA – Selain pungutan liar (pungli) atau uang preman untuk keamanan, sejumlah pengusaha tekstil juga mengeluhkan maraknya praktik pungli yang juga terjadi saat proses rekrutmen karyawan.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat, mengatakan banyak oknum di dalam maupun di luar perusahaan yang menarik pungli dari calon karyawan pabrik tekstil.

“Orang banyak yang cari kerja, saat kita buka lowongan kerja banyak orang ambil untung yang nggak elok. Namanya cari kerja yah pasti nggak punya uang, mau cari uang, malah diminta uang Rp 2-3 juta per orang,” kata Ade, saat acara breakfast meeting di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (29/8/2016).

Menurutnya, praktik pungli pada calon buruh pabrik tekstil ini sudah sekian lama terjadi. Pihaknya mengaku kesulitan memberantas praktik tersebut karena dilakukan oknum di dalam perusahaan.

“Menurut saya ini menjurus hal yang negatif, kita sulit berantas di dalam. Perlu tindak lanjut dari Polri,” ujar Ade.

Sebelumnya, Ade mengutarakan keluhannya terkait pungli yang berkedok uang keamanan yang dilakukan sejumlah masyarakat. Pungli oleh oknum ini bahkan dilegalkan oleh aparat pemerintah seperti kades sampai camat.

Banyak masyarakat sekitar mengatasnamakan LSM, karang taruna, atau organisasi lain yang direstui Pemda. Dalam hal ini secure di bawah camat atau kepala desa yang sengaja buat surat minta uang pengamanan,” ucap Ade.

“Ini bikin resah kita, satu tahun satu okum mereka minta Rp 20-25 juta. Ini luar biasa meresahkan saat tekstil ini sedang mengalami perlambatan,” imbuhnya.