SOLID GOLD BERJANGKA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno P Marsudi membuka pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA) tingkat menteri. Pertemuan ini dihadiri oleh 9 menteri negara-negara di kawasan lingkar Samudera Hindia.

Menteri-menteri yang hadir yaitu Australia, Bangladesh, Komoro, Singapura, Afrika Selatan, Sri Lanka, Somalia, Uni Emirat Arab dan Indonesia. Dalam paparannya Menteri Retno menyampaikan progres kegiatan IORA selama Indonesia menjabat sebagai ketua.

“Di bawah Indonesia sebagai ketua kita memperkuat organisasi, mmepererat organisasi diantara negara peserta dan memperluas jaringan kerjasama dengan mitra,” kata Retno dalam sambutannya di Mangupura Room, Bali International Convention Center, Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Kamis (27/10/2016).

Selama menjadi ketua Indonesia aktif mengadakan pertemuan diantaranya Simposium Internasional IORA yang digelar di Yogyakarta pada 14-15 September 2015 dan 15th IORA Council of Ministers and It’s Related Meetings di Padang Oktober tahun lalu.

Ditemui usai membuka acara, Retno menjelaskan hasil pertemuan tersebut IORA tingkat menteri fokus menyelesaikan semua dokumen dan hasil pertemuan. Setidaknya ada dua dokumen yang dihasilkan dalam pertemuan ini.

“Utama dari pertemuan ini yaitu menyelesaikan semua dokumen dan hasil pertemuan. Antara lain Bali Comunique dan Gender Declaration sudah kita selesaikan melalui negosiasi kemarin,” jelas dia.

“Dan juga persiapan untuk IORA Concord yang akan menjadi dokumen yang sangat penting tahun depan memperingati 20 tahun IORA,” sambungnya.

Retno menjelaskan negosiasi pembahasan dokumen itu berjalan mulus. Saat ini negara-negara di kawasan lingkar Samudera Hindia diajak mempersiapkan persiapan KTT IORA pada Maret 2017.

“Alhamdulillah negosiasinya sudah dapat diselesaikan semua. Sehingga alhamdulilah kita ingin mendapatkan masukan pada negara anggota IORA bagaimana kita mempersiapkan KTT yang rencananya akan dilakukan pada 2017,” katanya.

Retno juga menjelaskan IORA Concord nantinya tidak hanya berupa kesepakatan antar negara mengenai kode etik untuk memperkuat kerjasama konkret antara negara dan regionalisme di kawasan lingkar Samudera Hindia. Tapi juga mengenai program nyata realisasi dari kesepakatan itu.

“Untuk dokumen IORA Concord selain concordnya kita juga sudah siapkan action plannya. Jadi komitmen politik untuk memperbaiki, memeprtegas, memperkuat kerjasama IORA kita juga sudah menyusun action plan. Sehingga akan memudahkan bagi kita untuk segera menjalankannya di dalam action plan tersebut ada yang short term, medium term ada juga long term. Jadi semuanya sudah kita siapkan,” ujar Retno.

Usai membuka agenda pertemuan tingkat menteri itu Retno langsung terbang menuju Semarang. Dia menghadiri pemakaman ayahnya Moch Sidik yang meninggal Kamis (27/10) pagi tadi. Sementara pertemuan akan IORA tingkat menteri tersebut akan dilanjutkan oleh vice chairs IORA yaitu Afrika Selatan dan Australia.