SOLID GOLD BERJANGKA – Konflik yayasan dan otorita Trisakti berujung pada pendudukan gedung rektorat oleh mahasiswa. Dialog dilakukan oleh berbagai pihak untuk segera menuntaskan konflik ini.

Di lingkungan kampus Trisakti, Jalan Kyaitapa, Tomang, Jakarta Bara, Rabu (24/8/2016), pukul 111.20 WIB hingga pukul 13.30 WIB dilakukan pertemuan tertutup yang dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Muhammad Nasir, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto dan unsur dari yayasan dan otorita Trisakti, serta mahasiswa.

Pertemuan dilakukan tertutup. Muhammad Natsir menyebut konflik ini harus segera diselesaikan. Menurutnya Natsir, yang terpenting saat ini proses belajar mengajar harus tetap berjalan.

“Konflik ini dari 2002 sampai sekarang kalau tidak segera diselesaikan ini akan berpengaruh pada proses pembelajaran yang ada di Universitas Trisakti,” ujar Natsir usai pertemuan tersebut.

Sekretaris Senat Universitas Dadan Daihani berharap semua pihak yang bertikai untuk dapat duduk bersama. Dia juga meminta agar proses belajar mengajar tidak diganggu.

“Kami mengharapkan kepada semua pihak mari kita duduk di meja untuk menyelesaikan, tetapi proses belajar mengajar jangan diganggu,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Presiden Mahasiswa Trisakti Abdul Kader menegaskan bahwa mahasiswa akan tetap menduduki gedung rektorat hingga permasalahan internal Trisakti.

“Kami akan menutup dan menduduki kantor rektorat sampai permasalahan konflik selesai. Jadi selama itu, tidak ada rektor baru namun proses belajar mengajar tetap berjalan,” ucapnya.

Kampus Trisakti ini memang dipersengketakan antara pihak yayasan dan otorita. Hari ini, pengerahan massa dilakukan, di mana ada puluhan sekuriti dari pihak yayasan yang masuk ke kampus dan menutup semua gerbang kampus.