Nancy Elliot Edison, ibunda dari penemu terkenal Thomas Alva Edison. (Foto: Find a Grave)

PT SOLID GOLD BERJANGKA – Siapa yang tidak kenal dengan penemu yang satu ini, Thomas Alva Edison. Ia merupakan ilmuwan terkenal yang berhasil menemukan lampu dan listrik. Bagi masyarakat yang belum tahu banyak kisahnya, mungkin mengira Thomas Alva Edison merupakan orang yang berpendidikan tinggi atau merupakan seorang profesor. Padahal, Thomas Edison justru tidak pernah selesai menyelesaikan sekolahnya karena ia dianggap dungu oleh gurunya. Namun, ada sang ibu yang berhasil menerapkan homeschooling padanya dan membuat Thomas Edison termasyhur  hingga kini.

Thomas Edison merupakan siswa yang tidak berprestasi di sekolah. Dia sangat tidak menyukai matematika dan mengalami kesulitan duduk diam dan memerhatikan pelajaran. Dia terus-menerus terbuai dalam lamunan. Sikap Edison yang impulsif, tidak mampu diam, dan bergantung instruksi membuat jengkel para guru. Suatu hari, kepala sekolahnya, Reverand G. B. Engle, mulai meremehkan Thomas dan memberi sebutan yang membuat Thomas bingung. Thomas muda saat itu sangat marah, dia pergi dari sekolah dan langsung menuju rumah.

Thomas lalu berkeluh kesah kepada ibunya, Nancy Edison, yang prihatin tentang pendidikannya. Keesokan harinya, Nancy menemaninya untuk berbicara dengan kepala sekolah. Tapi hal tersebut tidak berjalan dengan baik. Sang kepala sekolah malah mengklaim bahwa anaknya itu tidak dapat belajar karena kebodohannya. Nancy yang biasanya lembut itu membalas ucapan kepala sekolah itu. Hari itu juga, Nancy memutuskan bahwa dia akan mendidik Thomas dengan tangannya sendiri. Tidak ada yang tahu pada saat itu, inilah awal kehidupan Thomas Edison.

Keluarga Edison bukanlah keluarga kaya. Meski tidak melarat, mereka adalah keluarga kelas pekerja yang harus mengikat pinggang kencang-kencang dalam hal anggaran. Nancy Edison adalah seorang guru berprestasi, tapi dia bukan seorang profesor atau siapa pun yang memiliki gelar.

Namun, Nancy adalah ibu yang penuh kasih dan setia lebih dari sekadar tugas. Dalam membesarkan Thomas, ia menemukan bahwa Thomas memiliki kemampuan penalaran dan pemahaman yang luar biasa. Nancy merasa Thomas memiliki sesuatu sehingga para pengkritiknya, termasuk ayahnya, tidak menyadari keistimewaan Thomas. Nancy pun akhirnya bersumpah bahwa ia akan menggunakan kemampuan dan pemahamannya sebaik mungkin demi anak laki-lakinya yang cerdas dan tidak biasa itu.

Demi pengajaran yang total, Nancy mengamati sekolah tempat ia kerja, namun sayang ia tidak menyukai sistem dari sekolah yang ia observasi. Meskipun sekolahnya dikelola oleh gereja, strukturnya melekat erat pada sekolah negeri baru yang dibuat oleh Prusia (yang kemudian disebut sekolah umum) yang telah digunakan di seluruh negeri. Semua pelajaran dipaksakan pada siswa dan membuat siswanya tertekan.

Nancy Edison merupakan seorang guru yang sangat berdedikasi dan perhatian. Dia juga memiliki kreativitas dan fleksibilitas untuk pendekatan yang tidak ortodoks ketika mengajar anaknya, bahkan beberapa metode pembelajarannya bertentangan dengan cara pendekatan sekolah tradisional pada umumnya. Hal tersebutlah yang membuat Thomas Edison dapat mendapatkan ilmu lebih banyak dibandingkan anak-anak seumurannya yang menempuh pendidikan di sekolah biasa.

Nancy menanamkan pada pikiran Thomas agar mencintai proses belajar. Ia juga memberi pemahaman agar anaknya itu dapat lebih percaya diri. Nancy tidak akan melakukan pemaksaan atau dorongan dan berusaha untuk menarik minat belajar Thomas dengan membacakan karya sastra dan sejarah yang bagus yang telah ia pelajari.

Pada suatu hari, Nancy mengenalkan Thomas pada buku ‘School of Natural Philosophy’. Thomas muda terpikat oleh buku tersebut, karena buku itu mengajarkan bagaimana melakukan eksperimen kimia di rumah. Sejak saat itu, Nancy mulai menemukan celah dari kesukaan Thomas. Ia melihat Thomas sangat mencintai dunia sains. Untuk menunjukkan dukungannya terhadap kesukaan Thomas, dia kemudian membelikan Thomas buku ‘The Dictionary of Science’ dan sejak saat itu sains menjadi hidup Thomas Edison. Dan hal itulah yang membuat Thomas menjadi seorang penemu.

“Ibu saya adalah yang menjadikan saya seperti ini. Dia mengerti saya, dia membiarkan saya mengikuti kemauan saya. Dia selalu benar, sangat yakin, dan saya merasa ada yang harus saya jalani. Dia adalah seseorang yang saya tidak boleh kecewakan,” ungkap Thomas Alva Edison, seperti yang dilansir dari Biography, Rabu (27/9/2017).

Nancy mengembuskan napas terakhirnya pada 9 April 1871 di Port Huron, St. Clair County, Michigan, Amerika Serikat. Tidak diketahui jelas penyebab kematian ibunda dari Thomas Edison ini, namun diketahui sebelumnya ia mengalami penyakit mental.

Baca Juga Artikel Keren & Terupdate Kami Lainnya Di :

blogspot.com wordpress.com weebly.com blogdetik.com strikingly.com
wixsie.com jigsy.com spruz.com bravesite.com