PPPT SOLID GOLD BERJANGKA

PT SOLID GOLD BERJANGKA

PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) John Fitzgerald Kennedy atau yang akrab disapa JFK, benar-benar mengguncang dunia. Dokumen terkait kasus pembunuhan tersebut baru dibuka sebagian oleh pemerintah AS pada masa Presiden Donald John Trump beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, JFK tewas tertembak saat sedang menaiki mobil terbuka di Dallas, Texas, pada 22 November 1963. Terduga pelaku penembakan, Lee Harvey Oswald, juga menembak mati seorang polisi yang menginterogasinya saat berupaya melarikan diri.

Selang 30 menit kemudian, Lee Harvey Oswald ditangkap di sebuah bioskop oleh polisi. Tak butuh waktu lama bagi otoritas untuk menjatuhkan dakwaan terhadap pelaku. Ia dikenakan pasal pembunuhan karena sudah menghilangkan nyawa Presiden John F. Kennedy dan petugas polisi bernama J.D Tippit.

Pada 24 November 1963, Lee Harvey Oswald digiring oleh petugas ke lantai dasar atau basement di Markas Besar Kepolisian Dallas untuk dipindahkan ke sel yang lebih aman. Pemindahan tersebut disaksikan oleh sejumlah petugas kepolisian serta disiarkan secara langsung di televisi-televisi nasional.

Ketika Oswald hampir sampai di sel tahanan, pria bernama Jack Ruby tiba-tiba muncul dari kerumunan. Ia lantas menembak Lee Harvey Oswald dengan menggunakan pistol revolver kaliber 38.

Ruby segera ditangkap oleh petugas yang mengawal Lee Harvey Oswald ke sel tahanannya. Ia mengaku tindakannya tersebut didorong oleh amarah karena pembunuhan terhadap Presiden John F. Kennedy. Meski dianggap pahlawan oleh beberapa orang, Jack Ruby tetap didakwa pembunuhan tingkat satu.

Muncul pertanyaan, bagaimana bisa Jack Ruby ada di dekat tersangka meski dia bukan seorang polisi atau wartawan media televisi yang meliput pemindahan tersangka pembunuhan? Ternyata sosok bernama asli Jacob Rubenstein itu dikenal berhubungan dekat dengan kepolisian.

Jack Ruby mengelola sejumlah kelab malam yang menghadirkan penari telanjang (striptease) serta lantai-lantai dansa di Dallas. Ia juga memiliki hubungan dekat dengan sejumlah personel di Kepolisian Dallas sehingga bisnis hitamnya itu tidak pernah berada dalam pengawasan.

Ruby diyakini membunuh Lee Harvey Oswald demi menutup mulut pelaku penembakan agar tidak mengungkap sebuah konspirasi besar. Sebab, banyak yang beranggapan bahwa JFK dibunuh karena ada motif tertentu yang hingga kini masih menjadi misteri.

Dalam persidangan, Ruby menolak tuduhan tersebut dan mengklaim dirinya tidak berdosa. Ia mengaku bahwa kesedihan mendalam atas meninggalnya JFK membuat penyakit epilepsinya kambuh sehingga menembak mati Lee Harvey Oswald di luar kesadaran.

Juri memvonis Ruby bersalah atas dasar pembunuhan disertai dengan kebencian terhadap Lee Harvey Oswald dan menjatuhkan hukuman mati. Akan tetapi, Pengadilan Banding Texas membatalkan vonis pada Oktober 1966 dengan alasan kesaksian yang tidak benar dan fakta bahwa Ruby tidak melalui proses hukum yang adil.

Sayangnya, hukuman baik itu penjara maupun pidana mati tidak sempat dijalani oleh Jack Ruby. Pada Januari 1967, ia meninggal dunia akibat kanker paru-paru saat sedang dirawat di Rumah Sakit Dallas, ketika tengah menunggu hasil banding atas vonis mati tersebut.

Berdasarkan laporan resmi dari Warren Commision 1964, baik Oswald maupun Ruby sama-sama dinyatakan bukan bagian dari sebuah konspirasi besar, entah itu domestik atau internasional, yang membunuh Presiden John Fitzgerald Kennedy. Laporan tersebut belum mampu membantah sejumlah teori konspirasi atas pembunuhan tersebut yang hingga kini masih menjadi misteri – PT SOLID GOLD BERJANGKA