sumpah pemuda

PT SOLID GOLD BERJANGKA – Tanggal 28 Oktober adalah hari peringatan sumpah pemuda. Banyak kegiatan yang diselenggarakan berkaitan dengan hari yang satu ini. Namun di balik semua itu, kadangkala ada yang lupa dengan subsansinya. Sibuk dengan kulit, kemudian lupa dengan esensi.

 Tidak ada seorang pun yang menyanggal bahwa kemerdekaan bangsa ini, tidak bisa dilepaskan dari peranan para pemuda. Beralihnya satu era kepemimpinan ke era kepemimpinan lainnya, tidak bisa dilepaskan dari sentuhan pemuda. Mulai dari era Orde Lama, kemudian masuk Orde Baru, kemudian masuk orde Reformasi, dan masuk era kepemimpinan baru ini, aksi dan pikiran para pemuda tetap ada.

Pemuda adalah cikal-bakal kepemimpinan masa depan. Sekarang, mereka sibuk belajar dan membangun idealisme. Sibuk bergerak dan mencari jati diri. Esok, pada waktunya merekalah yang akan memimpin negeri, bertanggungjawab mengelola semua sumber daya dan berusaha mewujudkan kesejahteraan untuk rakyat. Kata pepapatah arab, syabab al-yaum rijal al-ghad (pemuda hari ini, pemimpin esok hari)

Dalam sejarah dunia, tidak sedikit pemimpin muda yang mampu melalukan gebrakan besar. Lihatlah Alexander The Great, yang menggantikan kepemimpinan ayahnya Raja Philip II dalam usia yang cukup muda, yaitu 20 tahun. Tidak ada yang meragui bahwa ia adalah salah seorang pemimpin militer paling jenius dalam sejarah dunia. Kemampuannya tidak diragui. Banyak wilayah yang sudah ditundukkannya, dan banyak pemberontakan yang berhasil dipadamkannya. Keberhasilannya itu membuat namanya diabadikan menjadi salah satu nama kota wilayah Mesir, yaitu Iskandaria. Di balik semua itu, jangan lupakan kecintaannya kepada ilmu. Sebab, memang dari kecil ia didik untuk mencintai ilmu dibawah asuhan Aristoteles, seorang Filsuf terkenal bangsa Yunani.

Dan satu sosok anak muda lagi yang nama abadinya dalam sejarah adalah Napoleon Bonaparte, seorang jenderal Perancis yang diangkat dalam usianya yang baru menginjak 24 tahun. Jikalau dilihat sekilas, ia bukanlah sosok yang ideal untuk menjadi penakluk. Badannya kecil dan pendek. Namun, kemampuannya dan akalnyalah yang membuatnya berada di barisan orang-orang terbaik. Banyak wilayah yang sudah ditaklukkannya, dan ia menjadi momok yang menakutkan bagi beberapa negara Eropa pada waktu itu.

Kemudian, dalam sejarah Islam, ada nama Usamah bin Zaid yang merupakan anak dari sahabat Rasulullah Saw, Zaid bin Haritsah. Dalam usia yang masih kurang dari 20 tahun, ia dipercaya untuk memimpin pasukan kaum muslimin berperang melawan pasukan Romawi. Dan jangan salah, orang-orang yang berada dalam pasukannya pada waktu itu, beberapa di antaranya adalah para sahabat senior. Dan sebagai bawahan, tentunya mereka harus tundak dan patuh kepada arahan pemimpin, walaupun usianya masih muda dan masih junior dibandingkan mereka.

Mungkin itulah hanya sedikit sosok dari sekian banyak sosok pemuda yang berhasil mengukirkan namanya dalam tinta abadi sejarah dalam usia mudanya. Jikalau dikaji lebih dalam, tentu akan banyak lagi muncul nama-nama tersebut. Dan ingat, di kalangan pahlawan dan pejuang kemerdekaan Indonesia, tidak sedikit yang sudah ikut berjuang dan memberikan kontribusi besar ketika usianya masih muda.

Majulah Pemuda Para Pemuda Bangsa

Bagi saya, pemuda Indonesia ini harus kembali bercermin dan intropeksi diri; apa yang sudah dipersembahkannya untuk bangsa dan negaranya. Kemajuan zaman seolah-olah melenakan. Pendidikan semakin tinggi, namun kemampuan intelektulitas semakin rendah. Banyak yang sibuk dengann tablet, gadget, dan smartphone. Jikalau ada waktu luang, bukannya memanfaatkannya untuk membaca dan menulis, namun sibuk dengan barang-barang elektronik yang dimilikinya.

Pendidikan sudah jauh berubah haluan. Jikalau dulu pendidikan pada awalnya bertujuan untuk membentuk idealism dan mengasah keahlian, sekarang tujuan yang diharapkan oleh orang-orang yang studi adalah ijazah agar bisa bekerja, baik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Swasta.

Hasrat untuk menjadi terbaik yang ada di dalam diri itu bermasalah. Ketika berhasil melakukan sesuatu yang lumayan hebat, lansung berbangga dan lupa diri. Kemudian larut dengan permainan dan canda gurau. Dan ingatlah, salah satu penyakit masyarakat Indonesia ini adalah cepat puas dan lemah semangat.

Artinya, ketika berhasil mendapatkan sesuatu, sudah merasa puas. Dan ketika ingin mendapatkan sesuatu yang lebih baik, kemudian tidak kunjung berhasil, maka lansung mundur dan tidak mau mencobanya lagi.
Mungkin itulah salah sebabnya, mengapa bangsa Indonesia ini selalu menjadi bangsa Konsumen, baik motor, mobil, maupun phone. Baiklah pemuda, segeralah akhiri semua ini, dan bawalah bangsa ini melaju cepat mengejar ketertinggalannya.

Baca Juga Artikel Keren & Terupdate Kami Lainnya Di :

wordpress.com weebly.com blogdetik.com strikingly.com
wixsite.com jigsy.com spruz.com bravesite.com