SOLID GOLD BERJANGKA – Menkum HAM Yasonna Laoly mengambil sikap tegas terhadap Harianto Chandra, tersangka pencucian uang Rp 39 miliar yang ditangkap BNN dan menghuni sel mewah di LP Cipinang. Chandra akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.

“Berikutnya, itu siapa namanya Chandra, napinya akan saya pindahkan ke Nusakambangan. Tapi kan sekarang masih di bawah BNN,” ujar Yasonna di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

“Jadi, jangan juga seolah-olah kesan tidak kita biarkan masuk, justru didampingi oleh petugas PAS ke dalam,” imbuhnya.

Kemenkum HAM juga kembali menanggapi soal informasi BNN mengenai pengendalian narkotika di 39 lapas. Para bandar narkotika tersebut direkomendasikan dipindahkan ke Lapas Batu, Nusakambangan.

“Kalau ada 200 bandar di 39 yang katanya di 39 lapas, saya secara resmi meminta kepada Dirjen PAS untuk menyusul suratnya karena saya sudah diminta pernah untuk meminta nama itu, kan yang memeriksa BNN supaya kita kirim dan dijaga bersama,” urai Yasonna.

“Jadi jangan kita biarkan kita incrit-incrit infonya, langsung aja kita angkat kalau 200 orang kita masukan ke Lapas Batu dan Lapas Batunya dikosongkan kita buat di situ semua, di situ ada semua pihak untuk mengurangi potensi jaringan,” tambahnya.

Kembali soal adanya sel mewah di lapas, Yasonna menilai masih ada lapas yang tidak dikelola dengan baik. Ia mengatakan akan menindak tegas jika menemukan petugas lapas yang ‘bermain’.

“Itu dia, tahap pengawasannya nggak bener dari lapasnya, dari KPUP nya. Banyak yang bisa tergoda uang dan bayangkan tidak hanya fasilitas, ada memeras napinya di rutan,” ucap Yasonna.

“Saya sudah katakan tak ada kompormi, langsung main keras. Kalau ada indikasi pidana, serahkan polisi,” sambung dia.

Dalam kasus sel mewah ini, 45 petugas Lapas Kelas 1A Cipinang diperiksa. Pemeriksaan ini buntut tepergoknya Harianto Chandra, tersangka pencucian uang Rp 39 miliar yang ditangkap BNN, saat menghuni sel mewah.

Sel Harianto berbeda dengan sel-sel lain. Selain mewah, di dalam sel ditemukan 5 unit handphone, token BCA, laptop, kamera CCTV, 1 unit modem Wi-Fi, dan penyejuk udara (AC) saat digeledah pada 31 Mei