Foto: Rachman Haryanto

PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Rupiah kembali mengalami penguatan terhadapĀ  dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini direspons baik oleh pengusaha.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan bunga acuan menambah sentimen penguatan rupiah. Namun, dia berharap bunga acuan bisa perlahan kembali turun dan rupiah kembali berada di bawah level Rp 14.000/US$.

“Sekarang rupiahnya juga sudah mulai menguat kan. Kita harapkan nanti di Desember (2018) dan seterusnya mudah-mudahan rupiah bisa di bawah Rp 14.000 lagi,” katanya.

Dia memahami kenaikan suku bunga acuan akan menaikkan bunga kredit perbankan. Namun dia berharap pemerintah dan otoritas terkait bisa terus menjaga momentum positif penguatan rupiah sehingga tak perlu melulu mengandalkan kenaikan bunga acuan.

“Sekarang semua orang menahan ekspansi menunggu situasi agak kondusif lah ya. Kalau sekarang kan ini mahal, ini bunga mahal, marketnya juga belum pulih. Daya beli di menengah ke bawah juga susah,” jelas dia.

Ia menjelaskan, para pengusaha tengah menunggu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS stabil dan menunggu penurunan suku bunga dari BI akan mengoptimalkan produksi yang ada terutama untuk memacu ekspor.

“Iya nunggu bunga acuan turun dulu. Tidak hanya nunggu acuan turun saja, tapi kita harus lihat pasarnya juga kan daya beli masyarakat dan sebagainya itu kan banyak faktor. Ini sih akan direspon dengan market itu sektor riil akan merespons dengan hati- hati. Ekspansinya akan lebih terbatas,” jelas dia – PT SOLID GOLD BERJANGKA