PT Solid Gold Berjangka | Permintaan Meningkat, Harga Minyak Naik Terus ke USD72,5/Barel

https: img.okezone.com content 2021 06 11 320 2423415 permintaan-meningkat-harga-minyak-naik-terus-ke-usd72-5-barel-SBqB6Cpsh7.jpg

PT Solid Gold Berjangka Makassar – Harga Minyak naik ke level tertinggi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak naik di tengah optimisme ekonomi yang kuat setelah klaim pengangguran AS turun ke level terendah sejak gelombang pertama Covid-19 melanda tahun lalu.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam hampir 15 bulan. Sementara harga-harga konsumen meningkat pada Mei karena dampak pandemi terhadap ekonomi terus mereda.

“Data pengangguran dan tenaga kerja baru-baru ini yang diterbitkan di (Amerika Serikat) adalah tanda positif yang pasti bahwa pemulihan di negara itu semakin cepat. Lebih banyak aktivitas bisnis berarti lebih banyak konsumsi energi, dan ekonomi yang lebih baik merupakan prasyarat yang dibutuhkan untuk meningkatkan lalu lintas jalan dan udara,” ujar Analis Rystad Energy, Louise Dickson, dikutip dari Antara, Jumat (11/6/2021).

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik 30 sen atau 0,4% menjadi USD72,52 per barel atau menjadi penutupan tertinggi sejak Mei 2019. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli naik 33 sen atau 0,5% menjadi USD70,29 atau penutupan tertinggi sejak Oktober 2018.

Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menyatakan permintaan minyak akan naik 6,6% atau 5,95 juta barel per hari (bph) pada tahun ini. Namun perkiraan bulanan tidak berubah untuk bulan kedua berturut-turut.

“Harga minyak masih perlahan naik. Prospek permintaan terus menguat dan pasokan tidak selalu mengikuti,” kata Mitra Again Capital LLC, John Kilduff.

Namun, Kilduff mencatat bahwa pasar memperkirakan dengan sempurna dalam kondisi relatif ketat dan mengatakan penurunan harga singkat pada tengah hari Kamis menunjukkan apa yang dapat terjadi jika Iran atau OPEC+ menambahkan lebih banyak barel ke pasokan global.

Dolar AS Lesu setelah Kekhawatiran Inflasi AS Mereda

Indeks dolar AS melemah pada perdagangan kamis , setelah investor mencerna peningkatan inflasi AS. Dolar AS melemah disebabkan komentar bank sentral Eropa dan penantian pertemuan federal reserve AS.

Setelah investor menunggu data inflasi AS pada minggu ini. Volatilitas pasar sebagian besar meniggalkan mata uang utama. Naiknya inflasi membuat arah baru ke pasar mata uang.

PT Solid Gold Berjangka

Leave a Reply