SOLID GOLD BERJANGKA – Panitera Pengganti di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi disebut depresi dan pernah mau bunuh diri saat berada di Rutan KPK. KPK akan menindaklanjuti informasi dari pengacara Rohadi ini, namun menegaskan kondisi Rutan sangat baik.

“Tidak ada kondisi-kondisi yang sengaja diciptakan untuk menekan seorang tahanan. Malah kondisi rutan KPK lebih baik dibandingkan rutan di luar,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (6/9/2016) malam.

Pengacara Rohadi, Alamsyah Hanafiah sebelumnya menyebut Rohadi sejak ditahan KPK selali tidak pernah menghabiskan jatah makanannya karena sangat shock. Rohadi menurutnya stres setelah ditangkap petugas KPK karena tertangkap tangan menerima duit suap dan mengkhawatirkan kondisi keluarganya.

“Makanan sangat terjamin. Ya kalau lagi sakit dikasih makan yang enak pun terasa nggak enak,” sebut Alexander.

Namun ditegaskan Alexander, KPK akan tetap menindaklanjuti informasi mengenai kondisi kesehatan ataupun psikologis Rohadi. Pihak KPK sudah merujuk Rohadi ke psikiater.

“Ke depan pengamanannya, pengawasasanya kita tingkatkan. Kalau benar mau loncat dari lantai 9, perlu dipikirkan untuk dipindahkan ke rutan yang tidak berada di lantai atas, Di Guntur misalnya,” sebut Alexander.

“Tidak ada kondisi-kondisi yang sengaja diciptakan untuk menekan seorang tahanan. Malah kondisi rutan KPK lebih baik dibandingkan rutan di luar,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (6/9/2016) malam.

Pengacara Rohadi, Alamsyah Hanafiah sebelumnya menyebut Rohadi sejak ditahan KPK selali tidak pernah menghabiskan jatah makanannya karena sangat shock. Rohadi menurutnya stres setelah ditangkap petugas KPK karena tertangkap tangan menerima duit suap dan mengkhawatirkan kondisi keluarganya.

“Makanan sangat terjamin. Ya kalau lagi sakit dikasih makan yang enak pun terasa nggak enak,” sebut Alexander.