SOLID GOLD BERJANGKA – Pemerintah Filipina mempersilakan pemerintah Indonesia untuk memproses terpidana mati Mary Jane sesuai mekanisme yang berlaku di Indonesia . Meski demikian, Jaksa Agung Prasetyo mengatakan, pihaknya masih tetap menunggu proses hukum terhadap Mary Jane di Filipina.

Namun, proses hukum di Filipina berjalan lama. Filipina tetap meminta Mary Jane dihadirkan ke persidangan di Manila.

“Saya pikir Presiden Filipina konsensi (pemberian hak) dengan apa yang dilaksanakan di negaranya juga kan. Tapi tetap kita menghargai proses hukum yang ada di sana. Tidak berarti lampu hijau terus kami langsung (eksekusi), tidak. Kami tetap menunggu proses hukum di Manila untuk perkara yang mengharapkan Mary Jane sebagai saksi dalam perkara human traficking/TPPO,” kata Prasetyo saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2016).

Untuk diketahui, proses hukum terpidana mati Mary Jane di Manila, Filipina, sudah berjalan hampir setahun. Namun Mary Jane masih belum bisa dibawa ke negara asalnya itu.

“Mereka justru mngharapkan agar Mary Jane diperiksa, diminta keterangan di depan persidangan pengadilan mereka. Tapi itu tidak mungkin kami berikan,” katanya.

Prasetyo mengatakan, jika pihak Filipina membutuhkan keterangan dari Mary Jane, maka bisa dilakukan lewat teleconference.

“Kalaupun mereka membutuhkan keterangan Mary Jane, mereka bisa mengambilnya di sini (Indonesia) atau bisa melalui teleconference. Itu bisa kita berikan. Tapi untuk membawa dia ke sana (Filipina) sulit kita kabulkan,” kata Prasetyo.

“Mereka (Filipina) harus menerima apa yang menjadi kebijakan kita sebagaimana halnya kita menerima kebijakan mereka untuk proses hukum yang sedang berjalan untuk Mary Jane sebagai saksi di sana,” tambah Prasetyo.