Ilustrasi. Foto: Takateru Doi/Asahi Shimbun

PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – PT PAL Indonesia menyatakan Indonesia sudah lama memiliki rencana untuk membuat kapal selam militer sendiri. Namun, rencana itu baru terealisasi tahun ini setelah berkolaborasi dengan Korea.

Demikian diungkapkan Manager Humas PT PAL Indonesia Bayu Witjaksono dalam acara Indo Aerospace 2018 Expo & Forum,featuring Indo Helicopter 2018 Expo & Forum, JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat Kamis (8/11/2018).

“Proses persiapan pembangunan kapal selam itu sejak lama. Kita akhirnya berkolaborasi dengan Korea. Tipe kapalnya 209, baru tahun 2017 kita bisa transfer teknologi. Melalui pemesanan tiga kapal dua diantaranya dibuat di Korea sementara satu lagi dibuat di Indonesia” katanya.

Dalam proses tersebut, PT PAL mengirimkan setidaknya 206 orang untuk ikut dalam proyek pembuatan kapal selam di Korea

“Orang orang PT PAL dikirim untuk dalam rangka transfer teknologi mulai dari tenaga perencanaan desain, sampai produksi kita kirimkan sekitar 206 orang,” jelas dia.

Proses pembuatan satu kapal selam oleh PT PAL dimulai pada April 2017. Hingga saat ini satu kapal selam yang dibuat di Indonesia progresnya sudah mencapai 92%.

“Sisanya akan ada beberapa tes. Baru kemudian September 2019 sudah bisa digunakan itu sudah layak,” jelas dia.

Sebagai informasi, TNI AL memesan tiga kapal selam dari Korea Selatan. Satu dari tiga kapal telah jadi dan akan segera dibawa ke Indonesia untuk kemudian dioperasionalkan.

Kapal selam tersebut dipesan Indonesia dari perusahaan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) dengan proses Transfer of Technology (ToT). Satu kapal yang konstruksinya telah jadi sejak tahun lalu itu masih pada tahap uji coba.

Direncanakan kapal yang dibangun sejak tahun 2013 tersebut akan segera dikirimkan ke Indonesia setelah rangkaian uji coba selesai dilakukan. Sesuai dengan kontrak, kapal pertama dan kedua dilaksanakan di Korsel, dan yang ketiga dilakukan di galangan kapal PT PAL Indonesia.

Selama proses pembangunan kapal selam pertama dan kedua, semua berada di bawah kendali pengawasan Satuan Tugas Proyek Pengadaan Kapal Selam (Satgas Yekda KDSE DSME209) yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Iwan Isnurwanto.

Untuk meraih kesuksesan pembangunan kapal selama ketiga, PT PAL telah mengirimkan sejumlah 113 insinyur ke DSME, Korea Selatan, untuk terlibat dalam proses ToT dan pembelajaran pembangunan dan pengembangan kapal selam secara mandiri melalui tahap On the Job Training (OJT).

Kapal Selam Diesel Elektrik DSME209 yang merupakan produksi ekspor pertama kali pemerintah Korea Selatan tersebut merupakan pengembangan dari kapal selam tipe Chang Bogo Class milik Republic of Korean Navy (ROK Navy) dan Kapal Selam tipe Cakra klas yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut.

Meski banyak yang menyebut nama kapal selam ini sebagai Chang Bogo Class, kabarnya sudah ada nama yang disiapkan bagi kapal selam yang dipersenjatai dengan torpedo berukuran 533 mm tersebut.

Kapal selam pertama diberi nama KRI Alugoro 403. Kemudian kapal kedua dan ketiga masing-masing akan dinamai KRI Trisula 404 dan KRI Nagarangsang 405. Indonesia sendiri menandatangani kontrak pengadaan tiga kapal selam dengan DSME pada Desember 2011. Keseluruhan kapal akan diselesaikan pada tahun 2019.

Kapal selam ini mempunyai panjang 61,3 meter dengan kecepatan ± 21 knot di bawah air, dan dengan ketahanan berlayar lebih dari 50 hari. Secara umum kapal selam Chang Bogo Class ini memiliki beberapa kelebihan dari sisi teknologinya, seperti State of The Art technology yang meliputi Latest Combat System, Enhanced Operating System, Non-hull Penetrating Mast and Comfortable Accomodation.

Selain dipersenjatai torpedo dengan fasilitas delapan buah tabung peluncur, kapal selama Chang Bogo Class juga dirancang untuk mampu mendeploy ranjau laut, meluncurkan rudal anti kapal permukaan, serta mampu melepaskan Torpedo Counter Measure.

TNI AL sendiri sudah menyiapkan markas untuk kapal selam baru. Kapal-kapal selam Chang Bogo Class rencananya akan bermarkas di Teluk Palu, Sulawesi.

Bukan hanya KRI Nagabanda saja yang akan tiba, ada sejumlah kapal baru yang akan dimiliki jajaran TNI AL tahun ini. Kapal-kapal baru itu ada berbagai jenis. Tak hanya kapal perang, namun ada juga kapal untuk latihan – PT SOLID GOLD BERJANGKA