Foto: Agung Pambudhy

PT  SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) tahun ini diprediksi di kisaran 2,6%. Defisitnya current account Indonesia terjadi karena impor yang masih lebih tinggi daripada ekspor.

Menanggapi hal tersebut, Bank Dunia menyebut memang kondisi CAD Indonesia saat ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan era 97-98.

Kepala Ekonom Bank Dunia di Indonesia Frederico Gil Sander menjelaskan CAD saat ini tak disebabkan oleh overheated ekonomi dan konsumsi yang sangat tinggi.

“CAD saat ini terjadi karena barang modal untuk investasi, bukan sesuatu yang buruk,” kata Sander dalam konferensi pers di Soehana Hall, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

World Bank menjelaskan untuk mengurangi pelebaran CAD pemerintah harus menarik banyak investasi asing langsung.

“Pemerintah juga harus mendapatkan dana jangka panjang seperti foreign direct investment (FDI). Bisa lebih stabil dibanding bergantung pada aliran portofolio,” imbuh dia.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), CAD pernah melewati batas yang ditetapkan lebih dari 3%. Posisi CAD pada kuartal II-2018 sebesar 3,04% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau nilainya US$ 8 miliar dan lebih tinggi dari periode kuartal I-2018 yang mencapai US$ 5,7 miliar.

Bank Indonesia (BI) menargetkan defisit neraca transaksi berjalan hingga akhir 2018 bisa di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Peningkatan defisit transaksi berjalan dipengaruhi penurunan surplus neraca perdagangan non migas di tengah kenaikan defisit neraca perdagangan migas.

Penurunan surplus neraca perdagangan non migas terutama disebabkan naiknya impor bahan baku dan barang modal, sebagai dampak dari kegiatan produksi dan investasi yang terus meningkat di tengah ekspor non migas yang turun.

Peningkatan defisit neraca perdagangan migas dipengaruhi naiknya impor migas seiring kenaikan harga minyak global dan permintaan yang lebih tinggi saat Lebaran dan libur sekolah. Pada triwulan II-2018, sesuai dengan pola musimannya, terjadi peningkatan pembayaran dividen sehingga turut meningkatkan defisit neraca pendapatan primer – PT  SOLID GOLD BERJANGKA