Sejam Mencekam Pasangan di Tangerang Ditelanjangi dan Diarak

PT SOLID GOLD BERJANGKA – Malam itu menjadi malam yg menggoreskan trauma yang mendalam bagi sejoli R (28) dan M (20) yang digerebek warga di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Detik-detik mencekam mereka lalui saat ditelanjangi & diarak warga.

Sejoli ini digerebek warga di kontrakan yg beralamat di Kampung Kadu RT 07 RW 03, pada Sabtu 11 November 2017. Warga menduga keduanya berbuat mesum. Warga yang gelap mata menganiaya & menelanjangi pasangan tersebut tanpa ampun dan tak memberi kesempatan mereka untuk membela diri.

Jeritan kesakitan & tangisan sejoli itu tidak menyurutkan kemarahan warga. Bahkan, warga tega mengabadikan peristiwa penggerebekan itu hingga menjadi viral di media sosial.

Polisi mendatangi lokasi penggerebekan pasangan yang ditelanjangi dan diarak warga.

Rekaman video yg viral ini akhirnya sampai ke telinga penegak hukum. Polisi turun tangan mengusut beredarnya video tersebut. Lokasi penggerebekan telah didatangi untuk mengetahui peristiwa sebenarnya. Usut punya usut, polisi mengantongi sejumlah bukti.

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif menceritakan kejadian warga yang main hakim sendiri itu. Sebelum digerebek warga, kata Sohibul, korban pria datang ke kontrakan pacarnya membawa makanan.

Namun tak lama warga datang dan memaksa kedua mengaku berbuat mesum. “Dia antar makanan, ke kamar mandi sikat gigi habis itu keluar langsung ditarik suruh ngaku, kalau nggak ditelanjangi.Tapi yang jelas aslinya pakai baju,” ujar Sabilul.

Warga yang menggerebek lalu menarik baju pasangan tersebut. Menurut dia, warga tak hanya menganiaya dan menelanjangi pasangan yang dikatakan polisi tak berbuat mesum itu.

Warga juga sengaja membuat video, memfoto, lalu mengunggahnya ke internet. “Habis itu mereka bilang ayo selfie, upload. ” papar Sabilul.

 Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif menegaskan pasangan ini tidak berbuat mesum.

Padahal, Sobihul menegaskan pasangan yang digerebek bukan pasangan mesum. Mereka diketahui sedang menjalin hubungan dan berencana menikah. “Dia memang sudah mau nikah,” ujar Sabilul.

Detik-detik yg mencekam juga disampaikan Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin Setyawan, yg menyebut kejadian itu berlangsung selama kurang lebih 1 jam.

Sejoli itu digiring dari kontrakan ke rumah RW setempat. “Itu dari Pukul 23.30 WIB. Waktunya sekitar 1 jam. Digiring dari kontrakan ke rumah RW,” kata Wiwin

Ia menambahkan, setelah dibawa ke rumah RW, korban diperbolehkan kembali ke kontrakan.Tak lama Keluarga korban datang menjemput.

Buntut dari kasus ini, 4 orang warga ditangkap polisi. Para pelaku itu diduga yang menjadi dalang penggerebekan. Ke 4 pelaku yg diamankan masing2 berinisial G (41), T (44), A (37) dan N. Keempat di duga ikut menelanjangi dan menganiaya korban.

Mereka terancam Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. “Sesuai dengan laporan pihak korban atau pelapor, kita terapkan Pasal 170 KUHP untuk yang diduga tersangka. Kemungkinan penerapan pasalnya akan di-juncto-kan ke Pasal 335 KUHP atau nantiĀ  penyidikan berkembang ke arah UU ITE,” ujar Wiwin.

Tim siber juga dikerahkan untuk menelusuri penyebar video karena dianggap melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pasangan yg di kabarkan akan menikah tersebut kini didera trauma. Kondisi kejiwaan mereka terguncang. Untuk itu, psikolog dan psikiater telah disiapkan oleh polisi guna memulihkan kondisi kejiwaan sejoli itu.

kedua korban mengalami tekanan psikologis akibat perlakuan warga. Mereka mendapat perlakuan kasar dan ditambah lagi kejadian tersebut diabadikan menggunakan kamera ponsel oleh para pelaku.

Komisioner Komnas Perempuan Nina Nurmila meminta masyarakat tak main hakim sendiri seperti kasus penelanjangan tersebut. Sebab, pasangan yang menjadi korban tersebut bisa mengalami trauma.

Menurut Nina, masyarakat yang menelanjangi pasangan tersebut tidak mempunyai pendidikan dan adab. Penelanjangan yang videonya telah viral tersebut bisa disebut sebagai penyiksaan seksual.

Nina menyarankan jika ada kejadian diduga pasangan mesum harus dilihat dulu statusnya, sudah menikah atau belum. Apabila pasangan merasa keberatan, masyarakat lebih baik melaporkan kejadian kepada Polisi.

“Ya harusnya terjadi tindakan seperti itu ditegur baik-baik dilihat lagi statusnya, kalau misalnya pasangan keberatan bisa melaporkan ya prosedur hukum lah, apa-apa itu harus mengikuti prosedur hukum jangan melakukan di luar batas ya,” ujar Nina.

Nina meminta kasus penelanjangan tersebut harus diusut oleh Polisi. Sebab peristiwa tersebut sudah masuk kategori main hakim sendiri.

Diberitakan sebelumnya, video penggerebekan pasangan di Cikupa menjadi viral di media sosial. Pasangan kekasih yakni R dan M dituduh berbuat mesum. Keduanya sempat ditelanjangi dan dianiaya.

Namun Polresta Tangerang memastikan kedua korban tak berbuat mesum. Saat ini polisi sudah menangkap 4 orang pelaku. Mereka berinisial N, G, T dan A. Keempatnya terancam Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan.

Polresta Tangerang juga menyiapkan psikolog dan psikiater untuk mendampingi pasangan itu. Polisi juga menelusuri penyebar video karena dianggap melanggar UU ITE.

Baca Juga Artikel Keren & Terupdate Kami Lainnya Di :

blogspot.com wordpress.com weebly.com blogdetik.com strikingly.com
wixsite.com jigsy.com spruz.com bravesite.com