SOLID GOLD BERJANGKA – Masih bekerja di akhir pekan, bahkan sampai tengah malam? Hati-hati, penelitian membuktikan terlalu sering kerja lembut bisa memicu gangguan irama jantung.

Penelitian yang dipublikasikan di European Heart Journal tersebut menggunakan data dari 8 penelitian sebelumnya. Tak kurang dari 85 ribu responden pria dan wanita terlibat dalam penelitian tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang yang bekerja lebih dari 55 jam dalam sepekan punya risiko lebih tinggi untuk mengalami atrial fibrillation. Ini adalah ketidakteraturan irama jantung yang berhubungan juga dengan stroke dan serangan jantung.

Dari seluruh partisipan yang seluruhnya sehat di awal penelitian, ada sekitar seribu orang yang mengalami atrial fibrillation dalam 10 tahun berikutnya. Dikutip dari health.com, ini setara dengan 12,4 kasus tiap 1.000 orang.

Ketika dikelompokkan, angka kejadiannya menjadi 17,6 kasus tiap 1.000 orang pada kelompok yang bekerja lebih dari 55 jam tiap pekan. Risikonya terhitung 40 persen lebih tinggi dibanding kelompok yang bekerja hanya 3-40 jam tiap pekan.

Tidak diketahui pasti bagaimana kerja lembur bisa berpengaruh pada kerja jantung. Namun diyakini, hal itu berhubungan dengan stres dan kelelahan fisik maupun mental. Pada kondisi tersebut, sistem saraf otonom yang mengatur irama jantung, ikut terpengaruh.

Penyakit jantung atau dalam istilah medis disebut penyakit jantung koroner adalah kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke jantung (pembuluh darah koroner) mengalami kerusakan. Tumpukan kolesterol pada pembuluh darah serta proses peradangan diduga menjadi penyebab penyakit ini.

Ketika terjadi penumpukan kolesterol (plak), pembuluh darah koroner akan menyempit sehingga aliran darah dan suplai oksigen menuju jantung pun akan terhambat. Kurangnya aliran darah ini akan menyebabkan rasa nyeri pada dada (angina) dan sesak napas, hingga suatu saat terjadi hambatan total pada aliran darah menuju jantung atau yang disebut juga dengan serangan jantung.