SOLID GOLD BERJANGKA – Tim Dit Tipideksus Bareskrim menangkap dua orang lagi pelaku prostitusi anak untuk kaum gay. Dua orang yang ditangkap itu adalah U dan E.

“Ditangkap di Pasar Ciawi semalam dua orang terkait AR, yaitu U dan E,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigjen Agung Setya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2016). AR adal Arif warga Harjasari, Bogor.

“U seperti AR mengeksploitasi anak. Untuk E dia yang melakukan kegiatan seksual kepada anak (pelanggan), dan juga bantu AR siapkan rekining untuk tampung dana yang masuk dari pengguna,” sambungnya.

Agung menjelaskan, pelaku U yang baru ditangkap ini merupakan jaringan berbeda dengan AR. Namun mereka tetap saling berhubungan.

“Pasal yang ditetapkan sama,” ujarnya.

Agung menduga kuat masih ada pelaku lain dalam kasus ini. Untuk itu, pihaknya masih terus bekerja untuk mengungkap.

“Kita terus mengejar untuk mengungkap jaringannya, saya ingin menemukan skupnya yang lebih luas dari AR dan U, karena ini hasil data dan analisa yang kita peroleh masih ada yang lain, kita kejar,” urainya.

 

Sepasang suami-istri, A (33) dan L (31), diamankan aparat kepolisian karena melakukan perbuatan mesum dengan cara mempertontonkan adegan porno kepada orang lain.

Selain mempertontonkan adegan porno kepada orang lain, A, suami mempersilakan para pria hidung belang untuk memakai jasa istrinya, L.

Sebuah apartemen di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan menjadi tempat perbuatan tercela tersebut.

“Selain mempertontonkan hubungan intim dihadapan pelanggan, pasutri mempersilahkan pelanggan berhubungan badan dengan istrinya itu,” ujar Wakasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Murgiyanto, Jumat (20/5/2016).

Dia menjelaskan, pengungkapan kasus itu bermula saat aparat kepolisian menerima laporan adanya iklan di situs internet yang berisi menawarkan tonton porno secara langsung di sebuah apartemen.

Dari hasil penangkapan itu, aparat kepolisian turut menyita uang tunai senilai Rp 1,5 juta rupiah dan alat pelumas kelamin serta handphone yang dipakai kedua pasutri itu untuk bertransaksi dengan pelanggan.

Atas perbuatan itu, para pelaku dijerat Pasal 34 dan Pasal 36 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.