PT SOLID GOLD BERJANGKA – Chief Executive Officer (CEO), Air Asia Tony Fernandes menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Tony menemui Jokowi untuk membahas rencana Air Asia membuka 5 rute baru.

“Saya bertemu Bapak Presiden untuk membahas masalah pariwisata di Indonesia. Kami membicarakan mengenai beberapa hal berkaitan dengan regulasi penerbangan, pariwisata, airport. Pariwisata di Indonesia bisa berkembang pesat. Indonesia bukan hanya Bali, Air Asia akan mengembangkan berbagai rute,” kata Tony di Istana Negara, Jl Veteran, Jakpus, Rabu (24/8/2016).

Tony bertemu dengan Jokowi selama kurang lebih 1 jam. Salah satu yang dia bicarakan adalah terkait regulasi penerbangan di Indonesia di mana hanya mengizinkan maksimal kepemilikan asing adalah 49%.

“Kami juga membicarakan capital structure di Asia, saat ini kan yang diizinkan Indonesia untuk kepemilikan asing adalah 49%. Kami percaya Indonesia akan berkembang. Kami akan mengeluarkan banyak uang di Indonesia,” jelasnya.

Air Asia, sebut Tony, juga akan segera membuka lima rute baru untuk menjangkau beberapa destinasi wisata di Indonesia. Namun, Tony belum mau menyebut mana saja rute baru yang akan dijelajahi Air Asia.

“Kami membicarakan tempat lain yang kami pikir bisa kami kembangkan sebagai rute baru di Indonesia. Saya belum bisa menyebutkan mana saja rutenya karena ada kompetitor. Sekitar 4 sampai 5 rute,” ungkapnya.

“Beberapa rute akan di bagian timur dan rute lain ada yang ke bagian barat Indonesia, tapi kami tidak akan mengungkapkan dulu pada anda. Beberapa lagi aja di tengah,” imbuh Tony.

Menurut Tony, dengan membuka 5 rute baru, Air Asia akan bisa membawa 6 juta turis setiap tahunnya ke Indonesia. Nilai ekonominya pun sangat fantastis.

“Rute baru itu adalah destinasi alternatif selain Bali yang akan menjadi tujuan wisata utama. Negara ini memiliki begitu banyak yang bisa dikembangkan. Saya bicarakan bersama Presiden bahwa Malaysia memiliki 24 juta turis, sedangkan Indonesia hanya 10,5 juta, targetnya harus menjadi 20 juta, sehingga kami percaya bisa berkontribusi. Dan pariwisata adalah potensi ekonomi yang sangat menjanjikan. Kami yakin bisa membawa 6 juta turis ke Indonesia dan sudah kami sampaikan ke Presiden dan kira-kira itu akan membawa nilai ekonomi US$ 39 miliar,” tegasnya.