SOLID GOLD BERJANGKA – Meski jauh dari pantauan pusat ibu kota, ternyata pembangunan jalan nasional di perbatasan tak sedikitpun mengendur. Bahkan, terus dikebut.

Seperti terlihat dari pembangunan jalan nasional Badau-Lanjak yakni jalan nasional yang menghubungkan Putusibau dengan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau, Kalimantan Barat.

Dari laporan foto yang disampaikan Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Kementerian PUPR, Javid Huriyanto, kepada SOLID GOLD , Rabu (5/7/2017), tampak sejumlah ruas jalan sudah rapi teraspal.

Jalan yang mulus beraspal dihiasi pemandangan alam hutan lebat di samping kiri kanannya menciptakan kombinasi pemandangan yang indah.

Sesekali tampak pekerja dan alat berat untuk pembangunan jalan. Pada bagian jalan yang belum beraspal, pekerjaan yang dilakukan dari mulai pemadatan struktur tanah hingga pengerasan seperti pengaspalan.

Dengan adanya jalan ini, maka sekaligus melengkapi pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau yang diharapkan bisa menjadi gerbang ekspor produk lokal Indonesia menuju negara tetangga.

Selain itu, secara ekonomi, jalan ini memiliki arti penting. Tanpa ada jalan ini, masyarakat perbatasan masih akan bergantung pada produk yang datang dari Malaysia karena tak ada akses bagi Nanga Badau menuju kota terdekat di Kalimantan.

Namun dengan adanya jalan ini, kendaraan logistik bisa melintas dan barang lokal RI bisa dibawa menuju Badau.

“Desa-desa di kawasan perbatasan memerlukan jaringan jalan yang terhubung dengan jalan yang sudah ada. Jaringan jalan perbatasan ini merupakan infrastruktur yang bernilai strategis bagi NKRI dengan fungsi sebagai pertahanan dan keamanan negara dan sebagai pintu gerbang aktifitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono belum lama ini.