PT SOLID GOLD BERJANGKA – Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) DIY dan kepolisian menggelar razia terhadap taksi gelap atau angkutan ilegal.┬áRazia selama lebih kurang 3 jam di kawasan Jl Malioboro, ditemukan beberapa kendaraan roda empat khususnya angkutan ilegal.

Saat operasi kendaraan yang melintas di Jl Malioboro, oleh polisi diarahkan masuk menuju halaman DPRD DIY. Petugas gabung langsung memeriksa satu persatu taksi resmi dan kendaraan untuk penumpang lebih dari 5 orang tersebut.

Polisi memeriksa surat-surat kelengkapan kendaraan. Sedangkan petugas dari Dishub DIY menanyakan langsung kepada pengemudi dan penumpang, apakah kendaraan tersebut sewa atau membayar.

Saat razia petugas juga menemukan taksi ilegal yang tak memiliki izin resmi beroperasi. Selain itu ditemukan pula pengemudi taksi tersebut yang menggunakan SIM A biasa, bukan SIM A Umum.

“Kami temukan ada taksi ilegal. Langsung kami tilang yang melanggar,” kata Kepala Kantor Pengendalian LLAJ Dishub DIY Sumaryoto kepada wartawan di sela-sela razia.

Menurutnya taksi online tidak boleh beroperasi di DIY. Namun saat ini banyak mobil pribadi yang berubah fungsi menjadi angkutan penumpang.

“Itu menyalahi undang-undang dan jelas di larang,” katanya.

Para pengemudi yang melanggar langsung ditilang dan harus mengikuti sidang di pengadilan.

Dia menambahkan ada dua pengemudi taksi online yang terkena razia karena tidak memiliki izin trayek angkutan umum. Selain itu petugas juga menemukan 11 pengemudi taksi resmi namun uji kir kendaraan habis masa berlaku, SIM juga habis masa berlakunya.

Saat razia, petugas juga menemukan mobil pribadi yang menggunakan pelat nomer palsu atau tidak memasang pelat nomer asli/standar yang dikeluarkan dari Direktorat Lalu Lintas Polda DIY.

Sebuah mobil putih terpasang dengan pelat nomer AB 12 IILY. Padahal, mobil tersebut berpelat asli AB 1211 LY.

Oleh polisi, pengemudi diberi surat tilang. Karena membawa plat nomor asli, petugas langsung membantu memasang pelat nomor asli yang diikat dengan tali plastik.

“Kita tilang karena tidak memasang pelat asli. Meski plat asli ada, tapi ada pelanggaran lalu lintas dengan memasang pelat yang direkayasa sendiri,” kata Kasubdit Bidang Penegakan Hukum Polda DIY, AKBP Heru Setiawan.

Dia menyampaikan ada dua pengemudi taksi online yang terkena razia karena tidak memiliki izin trayek angkutan umum. Sementara 11 pengemudi taksi lainnya juga ditilang karena ditemukan pelanggaran.

“Ada yang kir-nya habis belum diperpanjang, SIM mati, dan mobil yang dipergunakan justru dari luar DIY, seperti berpelat R, AA, dan lainnya,” tandasnya.