uang dan pasangan

PT SOLID GOLD BERJANGKA – Salah satu pertanyaan yang banyak ditanyakan ke saya dari pasangan muda baik yang baru saja menikah ataupun yang sudah punya rencana untuk menikah adalah, apa yang harus mereka lakukan dengan keuangan bulanan mereka? Apakah mereka harus terbuka dan jujur memberi tahukan kondisi keuangannya?

Well, dalam sebuah perkawinan masalah keuangan adalah salah satu hal yang sangat sensitif untuk dibicarakan. Padahal hal ini sangat penting. Bahkan hasil survei menunjukan bahwa salah satu penyebab utama dalam sebuah perceraian adalah gara-gara urusan keuangan. Pertanyaannya adalah apakah anda merahasiakan masalah keuangan anda terutama utang dan kebiasaan buruk belanja anda dari pasangan? Bila iya anda tidak sendirian. Karena lebih 25% pasangan menikah melakukan hal yang sama, dan itu tidak hanya berlaku di Indonesia, bahkan di negara maju seperti di Amerika juga.

Apabila ditelusuri alasan mengapa seseorang merahasiakan tentang masalah keuangan mereka dari pasangan, sebagian mengatakan karena mereka tidak ingin membuat pasangan mereka khawatir. Sebagian lagi mengatakan bahwa kemungkinan pasangannya tidak menyadari tentang adanya utang (konsumtif) dan lebih baik dibiarkan demikian. Sebagian lagi mengatakan takut kalau informasi tersebut justru membuat keributan dalam rumah tangga dan justru malah menjadi penyebab dan pemicunya.

Yang harus diingat adalah, apapun alasannya, menyembunyikan tentang keuangan dan masalah keuangan anda dari pasangan (seperti utang dan kebiasaan boros belanja), bukanlah suatu bentuk hubungan yang baik dan sehat. Anda harus mendiskusikan masalah keuangan keluarga dan masalah anda terhadap uang dengan pasangan anda secepatannya dan sesering mungkin, terutama apabila anda belum menikah dan ingin menikah. Ketika anda berdua jarang sekali bicara tentang keuangan, maka akan semakin sulit untuk mendikusikan hal tersebut ketika anda terkena masalah keuangan.

Berikut beberapa tips ‘Jangan’ yang sebaiknya tidak anda lakukan Bersama pasangan anda terutama ketika menyangkut masalah keuangan, utang, dan masalah keuangan dan belanja anda:

Jangan ‘berselingkuh’ alias berbohong atau menyembunyikan penghasilan dan keuangan, terutama utang anda. Yang harus anda lakukan adalah jujur dan tunjukan ke pasangan anda kondisi keuangan anda, termasuk bila ada tagihan kartu kredit, buku tabungan, polis asuransi, kontrak utang anda serta investasi yang anda lakukan (misalnya saham, obligasi atau reksa dana). Apabila hal ini belum pernah anda lakukan, sebaiknya secepatnya anda diskusikan kepada pasangan anda, kecuali bila anda berdua sama-sama setuju untuk tidak membuka kondisi keuangan anda berdua.

Jangan membicarakan kondisi dan permasalahan keuangan ketika anda berdua sedang marah atau argumentasi. Di awal sudah saya katakan bahwa membicarakan tentang uang adalah hal sensitif, sehingga harus dilakukan dengan kepala dingin. Apabila kondisi sedang tidak memungkinkan ada baiknya anda berdua setuju untuk membicarakan lagi tentang keuangan dalam beberapa waktu ke depan ketika kondisi kepala sudah dingin.

Jangan saling menyalahkan. Argumentasi dan saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan permasalahan keuangan anda. Cari jalan keluar secara bersama-sama dan mencoba untuk saling mengalah. Ingat ketika anda menikah tanpa perjanjian pra-nikah dan kemudian terjadi masalah keuangan yang disebabkan oleh salah satu dari anda (misalnya utang), maka utang tersebut, mau tidak mau, suka tidak suka akan menjadi utang ersama. Jadi, selesaikanlah secara Bersama-sama.

Apabila ada di antara anda dan pasangan yang kurang bisa atau kurang paham mengenai cara mengatur keuangan, ada baiknya anda berdua belajar secara bersama-sama. Saat ini sudah banyak kursus atau workshop keluarga maupun pengelolaan keuangan keluarga yang bisa anda ambil.

Yang paling terpenting adalah, meskipun pembicaraan anda berat (masalah duit bok), selalu upayakan agar percakapan anda dilakukan secara santai. Pahami bahwa masing-masing anda punya opini yang kuat dan valid jadi jangan debat kusir beradu opini karena masing-masing akan merasa paling benar. Cari jalan tengah dan jalan keluar yang baik.