SOLID GOLD BERJANGKA – Kota-kota di China Selatan seperti Guangzhou hingga Zhuhai ikut dipromosikan bareng Macau dan Hong Kong. Sebenarnya, apa yang menarik dari kota-kota tersebut?

Kantor Pariwisata Pemerintah Macau (MGTO) menjalin kerja sama dengan Hong Kong dan juga beberapa kota lain di China Selatan seperti Guangzhou, Shenzhen, Zhuhai, Zhongshan, hingga Nansha untuk melakukan promosi pariwisata di Indonesia.

Ini dilakukan untuk makin banyak menjaring wisatawan dari Indonesia, dan memperbanyak pilihan destinasi yang menarik untuk dikunjungi di kawasan tersebut. Lalu, apa menariknya kota-kota tadi?

Zhang Xin, perwakilan dari Badan Pariwisata Zhuhai, menceritakan betapa kotanya dulu hanyalah sebuah kampung nelayan yang jauh dari sentuhan kehidupan modern. Namun sejak era reformasi China, perlahan Zhuhai menjadi kota yang maju, nyaman, serta sangat cocok sebagai destinasi wisata.

“Dulu Zhuhai masih desa nelayan yang hidup dari perikanan. Setelah masa reformasi, dan lokasinya sangat strategis, sekarang Kota Zhuhai sangat cocok untuk bekerja dan jalan-jalan. Bahkan Zhuhai pernah dinobatkan sebagai terbaik untuk ditinggali orang asing,” ujar Zhang kepada detikTravel di Ruang Diamond Lantai 3, Hotel Fairmont Senayan, Jakarta, Senin (10/4/2017) sore.

Kota Zhuhai memang pernah dinobatkan sebagai ‘Most Livable City 2014’ oleh Academy of Royal Sciences China. Di Zhuhai, suhu udaranya juga sangat nyaman, berkisar 22 derajat celcius sepanjang tahun. Selain itu, karena tergolong sebagai kota kecil, biaya hidup di Zhuhai tidak begitu tinggi bila dibandingkan dengan Beijing atau Shanghai.

Tak mau kalah dengan Zhuhai, perwakilan Badan Pariwisata Shenzhen Zhang Yiyou juga menjelaskan hal-hal menarik yang bisa ditemukan traveler di Kota Shenzhen. Sama seperti Zhuhai, sebelum era reformasi Kota Shenzhen dulunya adalah kampung nelayan. Namun kini, Shenzen sudah berubah wajah yang lebih modern.

“Kota Shenzhen sebelum reformasi juga desa nelayan. Kotanya relatif baru. Shenzhen sebenarnya punya hubungan sejarah yang sangat dekat dan kental dengan Indonesia. Dari Jalur Sutra, Shenzhen merupakan pintu masuk perdagangan. Data tahun 2016, ada 160 ribu wisatawan dari Indonesia ke Shenzhen. Angka tersebut nomor 4 terbesar di Shenzhen. Kita akan prioritaskan turis dari Indonesia,” ungkap Zhang Yiyou.

Sementara itu, Kota Guangzhou juga tak kalah menariknya dengan Zhuhai dan Shenzhen. Guangzhou mendapat julukan sebagai Kota Bunga karena kota ini merupakan salah satu kota penghasil bunga utama di China. Selain itu, Guangzhou juga terkenal akan kulinernya yang enak.

“Guangzhou punya hubungan historis yang sangat lama dengan Indonesia. Guangzhou juga dikenal sebagai kota bunga. Kalau Jakarta jadi tuan rumah Asian Games 2018, Guangzhou sudah jadi tuan rumah di 2010. Ada idiom yang berlaku di kalangan lokal China, ‘Kalau ke Guangzhou, jangan lupa untuk makan’, karena makanannya enak-enak,” ujar Shi Dongdong, perwakilan Badan Pariwisata Guangzhou.