wifi

Doktor bernama Luis Hernan dari Newcastle University, Inggris, beberapa hari lalu berhasil menggambarkan kondisi serangkaian jaringan internet Wifi yang ada di sekitar manusia.

 

Berkas-berkas cahaya yang terang ini berputar mengitari kita ibarat “roh gentayangan”.

 

Apakah radiasi WIFI berdampak terhadap kesehatan manusia, sampai saat ini masih terdapat silang pendapat di kalangan ilmuwan.

 

Ibarat “Roh Gentayangan”, Wifi Terus Membayangi

 

Menurut surat kabar Daily Mail Inggris, Hernan menggunakan alat khusus untuk memotret sinyal jaringan internet Wifi , lalu menampilkannya berdasarkan tingkat kekuatan sinyal dengan metode diode warna pemancar cahaya. Sehingga akhirnya berhasil menggambarkan kondisi sambungan jaringan Wifi yang tak terlihat dan tak berbentuk itu, berkas-berkas cahaya tersebut mengitari kita ibarat “roh gentayangan”.

 

Hernan menyatakan dirinya terobsesi pada pemikiran untuk dapat melihat jaringan internet Wifi yang mengitari di sekitar manusia.

 

“Saya menyebut gambar ini roh gentayangan, karena bagi kita jaringan nirkabel ini seperti “setan”. Meskipun eksis, tapi tidak terlihat oleh mata manusia. Kenyataannya, saya sangat penasaran pada ketergantungan manusia terhadap jaringan internet nirkabel ini namun tidak bisa melihatnya, saya ingin menemukan suatu cara agar dapat menunjukkan jaringan nirkabel yang ada di sekitar kita, dan memperlihatkan bagaimana perubahannya,” katanya.

 

Polusi Gelombang Listrik yang Tak Terlihat

 

Secara kebetulan, mantan astrobiologis NASA yang juga seorang seniman bernama Nickolay Lamm beberapa hari lalu membuat sejumlah gambar yang menunjukkan sinyal Wifi di sejumlah tempat.

 

Lamm menggunakan warna merah, orange, dan kuning untuk menunjukkan zona Wifi yang berbeda, yang kemudian membentuksebuah bola bundar, kabut elektrik yang senantiasa menyelimuti manusia itu pun terpampang jelas.

 

Perkembangan teknologi elektronik modern dewasa ini sangat pesat dan telah menyebabkan semacam polusi yang sangat unik,bukan hanya tidak terlihat, tapi juga tidak bisa diraba, inilah yang disebut dengan “polusi gelombang listrik”. Dampak merusak seperti apakah yang dapat ditimbulkan oleh polusi gelombang listrik ini terhadap kesehatan manusia?

 

Inilah masalah yang sedang ditelaah oleh para pakar biologi dan fi sika dari berbagai negara selama bertahun- tahun ini. Wifi juga merupakan semacam radiasi elektromagnetik, dan hingga saat ini, para ilmuwan masih belum memiliki bukti yang cukup untuk membuktikan seberapa besar dampak buruk Wifi terhadap tubuh manusia. Akan tetapi pakar mengingatkan, saat tidak digunakan sebaiknya Wifi dimatikan, karena siapa pun tidak bisa menjamin akan potensi bahaya Wifi .

 

Wifi Termasuk Radiasi Elektromagnetik

 

Wifi adalah singkatan dari Wireless Fidelity. Wifi sebenarnya merupakan sebuah jaringan zona kecil, terutama untuk transfer data. Sebagai suatu peralatan nirkabel, Wifi memiliki sebuah pemancar yang akan menimbulkan radiasi di sekitarnya.

 

Menurut penjelasan “Baidu Encyclopedia”, radiasi yang kerap diterima oleh masyarakat pada umumnya terbagi menjadi dua jenis. Radiasi ionisasi (radiasi nuklir) dan radiasi elektromagnetik. Radiasi pada Wifi termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat menyebabkan bertambah banyaknya radikal bebas di dalam tubuh manusia, yang terutama berdampak pada kulit, wajah atau tangan manusia, kebanyakan gejala yang timbul adalah munculnya bercak pada kulit, dan jika parah dapat menyebabkan penuaan dini pada berbagai organ tubuh.

 

Gelombang elektromagnetik pada Wifi berkisar antara 2,4 GHz hingga 5 GHz, hampir sama dengan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dari telepon genggam, yang mungkin akan berdampak pada struktur tubuh manusia dengan efek panasnya, dan dibutuhkan kekuatan yang lebih besar untuk dapat menyebabkan cedera