Solid Gold Berjangka. Mengakhiri perdagangan forex awal bulan Maret  (01/03) dollar berhasil mengalahkan sebagian besar rival utamanya seperti yen, euro dan swissfranc. Anjloknya yen dipicu sikap pasar yang melihat rally perdagangan sebelumnya cukup tinggi karena telah menjerumuskan dollar ke posisi terburuk sejak tahun 2008 sehingga profit taking dilakukan.

Dollar AS juga kembali melakukan tekanan terhadap euro sehingga menjerumuskan kurs mata uang negara satu mata uang di Eropa tersebut ke posisi terendah dalam 1 bulan. Sentimen yang menekan pair EURUSD kemarin menimbang rapat ECB pekan depan yang akan umumkan stimulus barunya.

Dollar juga menerima tenaga kuat dari rilis data manufaktur PMI baik oleh survey ISM maupun Markits semalam  yang menunjukkan peningkatan data dari periode sebelumnya untuk periode bulan Februari. Data ini memberikan dukungan terhadap perjalanan kenaikan suku bunga lanjutan the Fed.

Lihat: Alasan Kuatnya Harga Minyak Mentah

Untuk kurs komoditas seperti aussie, dollar Canada dan kiwi dollar, perdagangan kemarin dollar tidak mampu menekannya dikarenakan naiknya kembali harga minyak mentah meski dengan volume kenaikan lebih rendah dari perdagangan sebelumnya.

Harga minyak mentah sedikit menunjukkan peningkatan ditengah laporan American Petroleum Institute (API) yang melaporkan persedian minyak mentah AS naik lebih dari yang diperkirakan. Penguatan datang dari sikap pemerintah  Rusia baik Presiden Vladimir Putin dan juga Menteri Energi Alexander Novak  mendukung usulan untuk mempertahankan produksi rata-rata di tingkat Januari juga mendukung kenaikan harga minyak mentah.

Disisi lain penguatan terjadi pada poundsterling yang memiliki fundamental lemah dimana rally terhadap dollar terjadi oleh dorongan penguatannya terhadap euro hingga rally 4 hari berturut dan juga posisi nilai kurs yang sudah murah setahun terakhir.