Ringan Atau Berat, Efek Gegar Otak Dapat Bertahan Hingga Bertahun-tahun

SOLID GOLD BERJANGKA – Ketika sedang mengikuti suatu kompetisi bukan hal yang tidak mungkin seorang atlet olahraga mengalami kecelakaan yang berujung pada cedera. Mulai dari cedera ringan hingga berat bermacam hal bisa terjadi dan proses penyembuhannya pun tentu tergantung dari tingkat keparahannya.

Terkait hal tersebut satu studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti di Kanada mengungkapkan ada satu jenis cedera yang patut diwaspadai karena dampaknya bisa bertahun-tahun yaitu gegar otak. Dengan menggunakan pindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) tingkat lanjut, peneliti melihat bukti adanya pengecilan massa lobus frontal pada atlet yang pernah alami gegar otak.

Lobus frontal adalah bagian otak yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan kendali diri. Ketika area tersebut ada yang rusak tentunya akan ada pengaruh terhadap ‘performa’ orang tersebut.

Namun pemimpin studi dr Nathan Churchill dari Keenan Research Center mengatakan seperti apa efek pastinya dari gegar otak ia sendiri belum bisa memastikan.

“Ketika lobus frontal cedera, Anda harus khawatir tentang bagaimana hal ini bisa memengaruhi Anda ke depannya. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa ini bisa memiliki konsekuensi yang cukup parah,” kata dr Churcill seperti dikutip dari Reuters.

Dilaporkan dalam jurnal Neurotrauma, detail gambar lebih jauh mengungkap penyusutan yang terjadi akibat gegar otak berkisar antara 10-20 persen besar dari besar otak keseluruhan. Sementara itu terdapat juga pengecilan pembuluh darah yang membuat aliran darah berkurang 25-35 persen lebih sedikit ke area lobus frontal.

dr Churcill mengatakan studinya diharap dapat membantu pengambil kebijakan untuk semakin memerhatikan masalah. Apakah atlet yang pernah alami gegar otak ini berarti harus diawasi secara ketat atau berhenti saja?

“Untuk masa depan saya harap studi seperti yang kami lakukan ini dapat membantu mengembangkan protokol yang lebih aman,” pungkas dr Churcill.

Lobus frontal adalah bagian otak yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan kendali diri. Ketika area tersebut ada yang rusak tentunya akan ada pengaruh terhadap ‘performa’ orang tersebut.

Namun pemimpin studi dr Nathan Churchill dari Keenan Research Center mengatakan seperti apa efek pastinya dari gegar otak ia sendiri belum bisa memastikan.

“Ketika lobus frontal cedera, Anda harus khawatir tentang bagaimana hal ini bisa memengaruhi Anda ke depannya. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa ini bisa memiliki konsekuensi yang cukup parah,” kata dr Churcill seperti dikutip dari Reuters.

Dilaporkan dalam jurnal Neurotrauma, detail gambar lebih jauh mengungkap penyusutan yang terjadi akibat gegar otak berkisar antara 10-20 persen besar dari besar otak keseluruhan. Sementara itu terdapat juga pengecilan pembuluh darah yang membuat aliran darah berkurang 25-35 persen lebih sedikit ke area lobus frontal.

dr Churcill mengatakan studinya diharap dapat membantu pengambil kebijakan untuk semakin memerhatikan masalah. Apakah atlet yang pernah alami gegar otak ini berarti harus diawasi secara ketat atau berhenti saja?

“Untuk masa depan saya harap studi seperti yang kami lakukan ini dapat membantu mengembangkan protokol yang lebih aman,” pungkas dr Churcill.