Rupiah melonjak

Pada perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tampak mengalami kenaikan luar biasa (17/10). Mata uang rupiah mengalami rebound yang didukung oleh pernyataan petinggi Fed mengenai kemungkinan ditundanya pengetatan moneter di Amerika Serikat. Pada perdagangan kemarin mata uang lokal sempat anjlok tajam hingga kembali mencapai posisi paling rendah dalam 10 bulan belakangan terhadap rival utamanya, dollar AS.

Pada hari Kamis kemarin mata uang lokal ini terpuruk di level paling rendah dalam 10 bulan belakangan terhadap dollar AS karena para pelaku pasar memilih untuk memegang asset safe haven dan melepaskan asset yang berisiko. Rupiah masuk ke dalam kategori asset berisiko.

Akan tetapi tadi malam salah satu petinggi Fed yaitu James Bullard menyatakan kemungkinan bahwa Fed tidak akan menghentikan program quantitative easingnya pada pertemuan bulan Oktober ini. Sebelumnya para pelaku pasar berspekulasi bahwa Janet Yellen dan para koleganya akan menghentikan program pembelian obligasi pemerintah pada pertemuan tanggal 28 – 29 Oktober mendatang.

Kondisi ini memundurkan harapan kenaikan suku bunga acuan Fed di benak para pelaku pasar. Diperkirakan setidaknya Fed akan mempertahankan suku bunga di level terendah saat ini hingga bulan Desember 2015. Sebelumnya diperkirakan Fed akan mulai menaikkan suku bunga acuan pada bulan Juli tahun 2015 mendatang.

Rupiah pada perdagangan hari Jumat siang ini berada pada posisi 12208 per dollar AS. Mata uang lokal ini mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 52 poin atau 0.42 persen dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan kemarin yang berada di level 12260 per dollar AS. Posisi rupiah kemarin sempat mengalami penurunan ke level paling rendah sejak tanggal 27 Desember 2013 yang lalu.

Analyst Vibiz Research Centre memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami pergerakan menguat lanjutan. Mata uang rupiah berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 12180 – 12260 per dollar.