Membaiknya neraca perdagangan Indonesia di bulan Desember lalu memberikan semangat bagi pergerakan mata uang rupiah hari ini (4/2). Nilai tukar rupiah tampak mengalami peningkatan yang cukup baik terhadap dollar AS.

Kemarin rilis data dari BPS menunjukkan bahwa neraca perdagangan membukukan surplus sebesar 1.52 miliar dollar AS pada bulan Desember lalu. Surplus neraca perdagangan ini terdiri dari surplus nonmigas sebesar 2.34 miliar dollar. Sedangkan neraca perdagangan migas masih membukukan defisit sebesar 0.82 miliar dollar. Surplus neraca perdagangan ini melampaui estimasi BI yang sebesar 785 juta dollar.

Sepanjang tahun 2013 lalu neraca perdagangan berakhir dengan membukukan defisit sebesar 4.06 miliar dollar yang terdiri dari defisit 12.63 miliar dollar di sektor migas dan surplus sebesar 8.57 miliar dollar di sektor nonmigas. Defisit neraca perdagangan ini terjadi untuk dua tahun berturut-turut.
Untuk bulan Desember nilai ekspor mencapai 16.98 miliar dollar, mengalami kenaikan sebesar 6.56 persen dibandingkan dengan bulan November 2013. Jika dibandingkan dengan bulan Desember 2012 mengalami peningkatan sebesar 10.33 persen.

Membaiknya data neraca perdagangan berpengaruh terhadap kinerja rupiah. Pagi ini rupiah terpantau berada pada posisi 12213 per dollar AS. Rupiah mengalami peningkatan sebesar 27 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan kemarin.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dollar AS perdagangan hari ini akan cenderung mengalami pergerakan yang cenderung menguat terbatas. Harga komoditas tersebut diperkirakan akan bergerak pada kisaran 12180 – 12270 dollar.