Sean Gelael tentang Persaingan di GP2 dan Dukungan Orangtua

SOLID GOLD BERJANGKA – Pebalap muda Indonesia Muhammad Sean Gelael sedang melakoni musim penuh pertamanya di ajang GP2. Ia tahu betul apa yang sedang dihadapinya di sebuah kelas tinggi kompetisi balapan.

“Ini adalah GP2, the highest form of motorsport, karena semua yang mau beradu di Formula 1 akan lewat GP2. Jadi, persaingan di sini sangatlah tinggi,” tutur Sean kepadadetikcom di Baku, Azerbaijan, Minggu (19/6/2016).

Tingginya tingkat persaingan di musim ini antara lain karena dia menghadapi sejumlah pebalap yang lebih berpengalaman dibanding dirinya.

“Ada yang sudah dari musim lalu, ada yang sudah masuk musim ketiga dan keempat. Juga ada Antonio Giaovinazzi, yang pernah menang di F3 dan GP3. Jadi ini adalah kompetisi yang menarik,” ucapnya.

Di seri ketiga ini Sean meraih poin pertamanya di musim ini, ketika finis nomor tujuh pada Feature Race. Sayang, pada Sprint Race hari ini ia gagal menyelesaikan lomba karena mengalami insiden di lap ke-11.

Di luar lintasan, pebalap berusia 19 tahun ini tentu saja mengalami berbagai masalah yang sudah menjadi bagian dari olahraga adu cepat ini, termasuk tekanan dan stres. Namun ia yakin, semua akan semakin bisa diatasi seiring dengan pengalaman yang semakin banyak ia peroleh.

“Karena pressure akan selalu ada. Tapi dari jam terbangnya itu kita bisa mempelajari untuk bagaimana lebih baik ke depannya. Dan yang terpenting adalah listen to yourself and try to be yourself.”

Sean adalah anak dari pasangan Ricardo Gelael dan Rini S. Bono. Darah membalap mengalir dari sang ayah, yang merupakan pereli legendaris nasional.

“Tanpa dukungan mereka berdua saya tak akan bisa sejauh ini dan belajar sebanyak sekarang ini,” ujarnya.

“Saya mendukung Sean karena memang awalnya saya juga punya hobi di motorsport, dan Sean juga punya passion di motorsport. Saya pikir semua orang tua pasti mendukung anaknya yang memiliki hobi yang positif,” timpal sang ayah.