SOLID GOLD BERJANGKA – Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) sempat menembus rekor terbarunya saat pembukaan perdagangan Senin. Namun akhirnya, Wall Street ditutup negatif karena turunnya saham sektor kesehatan.

Kenaikan harga minyak dan kuatnya laporan tenaga kerja, tidak bisa melawan penurunan saham sektor kesehatan.  Pada awal perdagangan, indeks S&P 500 sempat naik menembus rekor barunya. “Pembalikan arah yang terjadi ini alami, sebagai refleksi dari pasar,” kata Analis, Brad McMillan, dilansir dariReuters, Selasa (9/8/2016).

Harga minyak naik lebih dari 2% setelah sejumlah anggota OPEC mengindikasikan bakal menahan laju produksi minyaknya. Namun indeks saham kesehatan di S&P 500 turun 0,9% dan indeks saham biotek di Nasdaq turun 1,1%.

Pada perdagangan Senin (8/8/2016), indeks S&P 500 turun 0,09% ke 2.180,89. Indeks Dow Jones turun 0,08% ke 18.529,29. Kemudian indeks Nasdaq Com[osite turun 0,15% menjadi 5,213,14. Ada 5,86 miliar lembar saham yang ditransaksikan. Di bawah rata-rata transaksi harian, sebanyak 6,56 miliar lembar saham dalam 20 hari terakhir.

Bursa AS ditutup di zona negatif pada transaksi perdagangan Jumat. Mengutip data CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,42% menjadi 18.517,23. Saham Intel merupakan saham yang menyumbang poin penurunan terbesar pada Dow Jones. Sedangkan saham McDonald’s berada di posisi top gainers. Subindeks Dow Transport ditutup dengan penurunan 1,3%, sehingga menjadikan kemarin menjadi hari terburuk bagi sektor transportasi sejak 27 Juni lalu. Saham Southwest Airlines mencatatkan penurunan terdalam setelah merilis laba kuartalan yang menembus rekor, namun masih di bawah estimasi Wall Street. Saham maskapai penerbangan ini tergerus 11,2% setelah rilis kinerja.

Sedangkan indeks S&P 500 ditutup dengan penurunan 0,36% menjadi 2.165,17. Adapun sektor kesehatan merupakan satu-satunya sektor yang ditransaksikan naik. Di sisi lain, sektor industri dan bahan baku mencatatkan penurunan terbesar pada indeks S&P. Indeks Nasdaq turun 0,31% menjadi 5.073,90. Bursa AS tadi malam dipengaruhi oleh penurunan harga minyak. Harga minyak AS ditutup turun 2% ke bawah level $ 45 per barel. Sedangkan harga kontrak minyak Brent turun 2,06% menjadi $ 46,20 sebarel.

Selain itu, pasar melakukan konsolidasi menjelang pertemuan rutinan The Federal Reserve pada pekan depan. “Kami selalu mengatakan, pasar butuh koreksi pasca kenaikan. Selain itu, pasar sepertinya tengah konsolidasi menunggu pernyataan The Fed selanjutnya,” jelas Quincy Krosby, market strategist Prudential Financial. Sekadar informasi, the Fed akan menggelar rapat pada pekan depan. Berdasarkan CME Group’s FedWatch, investor berekspektasi bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan.