SOLID GOLD BERJANGKA – Suara sumbang mengiringi kelahiran Galaxy Note saat pertama kali diluncurkan pada 2011 lalu. Galaxy Note tampil ekstrim dari segi ukuran layar jika dibandingkan dengan kebanyakan ponsel saat itu.

“Ponsel kok gede banget sih, siapa juga yang mau nulis pakai ponsel. Dulu yang mencibir dan ngetawainbanyak. Tapi kenapa kita pede merilis Note, karena Samsung percaya ada kebutuhan untuk perangkat itu.Bigger screen dan yang bisa mengurangi beberapa step saat melakukan beberapa pekerjaan dengan stylus,” kata Marketing Director IM Bussines Samsung Indonesia Vebbyna Kaunang, usai peluncuran Galaxy Note 7 di New York, Amerika Serikat pekan lalu.

Dikatakan Vebbyna, di setiap serinya, Galaxy Note selalu mengalami peningkatan. Samsung juga senantiasa mencari tahu kebutuhan pengguna. Untuk Galaxy Note 7 yang baru dirilis, perusahaan asal Korea Selatan ini berupaya memenuhi kebutuhan pengguna yang menginginkan satu perangkat untuk kebutuhan profesional dan personal sekaligus.

Break the option, makanya itu jadi tagline kita di Galaxy Note 7 ini. Milih itu gak gampang. Jadi gak usah milih, dua-duanya bisa bareng-bareng. Orang-orang yang memaksimalkan perangkat mereka untuk semua kebutuhan, itu adalah target market kita,” sebutnya.

Vebbyna mengatakan, rata-rata pengguna Galaxy Note akan susah pindah ke lain perangkat karena tak rela kehilangan ‘sihir’ S Pen yang sudah sangat melekat. Sebagai fitur ikonik di seri perangkat Galaxy Note, keberadaan stylus S Pen memang sangat penting. Di Galaxy Note 7, Samsung bekerja keras membuat S Pen jauh lebih baik, dari segi desain maupun kemampuannya.

“S Pen tidak dimiliki device lain dan kita selalu melakukan pengembangan. Fungsinya gak hanya buat nulis dan gambar. Sekarang kita next step lagi,” ujarnya.

Selain lebih sensitif, desain S Pen diperbarui agar lebih nyaman digunakan, dan punya sejumlah fitur tambahan yang memperkaya pengalaman pengguna. S Pen di Galaxy Note 7 bisa berfungsi sebagai alat penerjemah dengan fitur Translate, memperbesar tampilan dengan ‘kaca pembesar’ Magnify dan Glance untuk memudahkan pengguna saat harus membuka beberapa aplikasi, dan berganti-ganti di antara satu dengan lainnya.

Tak hanya itu, S Pen juga mengantongi sertifikasi IP68 yang membuatnya tahan air. Bahkan kalau mau, kita bisa menggunakannya menulis di dalam air, seperti yang didemokan Samsung saat peluncuran Galaxy Note 7.

“Mungkin orang pikir, siapa sih yang mau nulis-nulis sambil nyemplung di air. Ini hanya menunjukkan bagaimana kemampuan tahan airnya. Ketika dalam kondisi hujan, ketika orang yang pekerjaan sehari-harinya tangannya sering basah, gak harus lap tangan,” terangnya.

Ditambahkan Vebbyna, Samsung juga membuat S Pen kini tidak bisa dimasukkan secara terbalik. Dengan ini, Samsung menjawab isu pen-gate yang dulu sempat menghebohkan di seri Galaxy Note 5. Rusaknya Galaxy Note 5 karena tak sengaja memasukkan S Pen secara terbalik, mendorong Samsung melakukan perubahan desain S Pen untuk Galaxy Note 7.

“S Pen-nya dibuat lebih preventif agar jangan sampai salah masukin lagi, supaya gak rusak,” ujarnya.

Bukan tidak mungkin, setelah ini S Pen menjadi standar baru sebuah stylus yang mengombinasikan kecanggihan fitur, fungsi yang lengkap, serta pengalaman natural seperti menggoreskan pena di atas kertas.