SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA MAKASSARKepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Umar Septono memberikan Piagam Penghargaan kepada 10 penyandang disabilitas yang sukses melakukan pendakian di Gunung Sesean, Toraja Utara dalam rangka Hari Disabilitas Dunia 2017 pada 3 Desember 2017.

Piagam penghargaan diberikan langsung oleh Kapolda baru ini kepada dua perwakilan atlet difabel yakni Abdul Rahman (difabel buta) dan Arifin Amir (difabel buta) di ruang tamu pimpinan Polda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan KM 17, Makassar.

“Orang yang seperti ini harus kita muliakan. Belum lagi orang yang kekurangan harta yang kita sebut miskin itu juga orang-orang yang sangat tinggi. Itu patut kita hormati. Saya tidak berani sembarangan kepada beliau-beliau ini,” kata Irjen Pol Umar di hadapan difabel dan tim pendakian difabel ini

Bagi Kapolda yang resmi menjabat di Sulsel pekan lalu ini sangat memuliakan para penyandang disabilitas. Menurutnya derajatnya lebih tinggi. “Anak yatim, orang miskin dan difabel doanya langsung diterima oleh Allah yang maha kuasa,” sebutnya.

Dengan semangat dan perjuangan, 10 difabel menggapai puncak gunung tertinggi di Toraja tersebut. Menurut Kapolda, hal itu dapat dijadikan inspirasi dan motivasi seluruh jajarannya. Gunung Sesean tingginya mencapai 2.100 meter di atas permukaan laut.

“Khususnya jajaran saya di Sulawesi Selatan untuk dijadikan pemicu. Masa’ kalah dengan adik kita yang diuji dengan kekurangan pandangan (penglihatan), kurang lengkap dan sebagainya, supaya kita lebih semangat lagi, ” kata Irjen Pol Umar.

Pemberian penghargaan ini pun membuat 10 difabel dan tim pendukung “Pendakian Bersama Difabel Menembus Batas part II” tidak menyangka akan diberi piagam penghargaan oleh Kapolda Irjen Umar.

“Ini surprise bagi saya, difabel dan tim pendukung. Saya tidak tau harus mengatakan apa untuk berterima kasih,” ujar Direktur Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan Abdul Rahman.

Rahman, penyandang disabiltas buta ini mengatakan dirinya tidak menyangka perhatian pihak kepolisian akan seperti ini.

Dia menceritakan, pihak Kapolda sudah menghubungi tim saat masih berada di gunung Sesean untuk bersilaturahmi. “Saya kaget karena dihubungi langsung oleh Kanit Humas Kapolda Sulsel, ” ucapnya.

Sebenarnya Kapolda mengundang semua atlet difabel dan tim pendukung yang dijadwalkan pada Senin (4/12) kemarin di rumah jabatan. Hanya saja masih ada rangkaian kegiatan di Enrekang, kata Rahman, pihaknya meminta dijadwal ulang.

Diketahui tim Pendakian Bersama Difabel Menembus Batas Part II menggapai puncak gunung Sesean, Kabupaten Toraja Utara sekitar pukul 16.30 Wita, Sabtu (2/12/2017).

Pendakian bersama difabel ini dalam rangka memperingati hari penyandang disabilitas Internasional 2017 yang jatuh tiap tanggal 3 Desember. Sekitar 70 orang penggiat alam bebas bersama orang penyandang disabilitas ini start dari kaki gunung sekitar pukul 15.00 wita.

Cuaca selama pendakian relatif cerah hingga tim rata-rata tiba saat petang. Begitu juga saat turun gunung, cuaca bersahabat hingga tidak menemui kendala berarti.

Ke 10 orang penyandang disabilitas yang terdiri tiga difabel buta, enam difabel daksa kinetik dan satu difabel grahita atau down syndrom. “Rekapitulasi jumlah korban banjir dan tanah longsor terdiri atas enam korban banjir, 19 orang korban tanah longsor,” kata Komandan Tanggap Darurat Bencana Alam Pacitan Letkol (Kav) Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang – SOLID BERJANGKA