Bahas Situasi Tegang, Kim Jong-Un Kumpulkan Para Pejabat Tinggi Korut

solid Berjangka Makassar – PemimpinKorea Utara (Korut) Kim Jong-Un baru-baru ini menggelar rapat menyeluruh dengan para pejabat tinggi pada jajaran Partai Buruh Korea. Rapat ini dimaksudkan untuk membahas hal yang disebut Kim Jong-Ung sebagai ‘situasi tegang yang sedang terjadi’.

Seperti dilansir AFP, Rabu (10/4/2019), rapat Komisi Pusat Partai Buruh Korea ini digelar usai Pertemuan Puncak di Hanoi, Vietnam, antara Kim Jong-Un dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald trump pada Februari lalu, berakhir tanpa kesepakatan apapun.

Ditambah lagi, Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-In terbang ke Washington DC pekan ini untuk berbicara dengan Trump. Laporan menyebut kunjungan Moon ke AS ini dimaksudkan untuk membangkitkan kembali perundingan Korut.

Namun laporan terbaru kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), mengindikasikan bahwa Kim Jong-Un tampaknya sedang fokus pada dorongan berkelanjutan bagi Pyongyang untuk mengembangkan perekonomian.

Dilaporkan KCNA bahwa dalam rapat dengan para pejabat senior Korut pada Selasa (9/4) waktu setempat, Kim Jong-Un memerintahkan jajaran pejabat untuk menunjukkan ‘perilaku menguasai revolusi dan pembangunan di bawah situasi ketegangan yang sedang terjadi dan mematuhi arah strategi baru dari partai’.

Pada April tahun lalu, Kim Jong-Un mengumumkan bahwa ‘arah strategi baru’ yang diambil Partai Buruh Korea yang berkuasa adalah ‘pembangunan ekonomi sosialis’. Disebutkan juga oleh Kim Jong-Un saat itu bahwa pencarian untuk pengembangan nuklir telah tuntas.

Laporan KCNA juga menyatakan bahwa Kim Jong-Un memberikan ‘analisis mendalam untuk persoalan-persoalan yang muncul terkait solusi mendesak dalam partai dan negara’. KCNA menyebut rapat Komisi Pusat Partai Buruh Korea digelar pada Rabu (10/4) ini.

“(Komisi akan) Memutuskan pedoman dan cara-cara perjuangan baru yang sejalan dengan kebutuhan situasi revolusi saat ini,” sebut KCNA dalam laporannya.

Diketahui bahwa Kim Jong-Un dan Trump menggelar pertemuan puncak pertama di Singapura pada Juni 2018. Saat itu, keduanya menandatangani kesepakatan samar soal ‘denuklirisasi di Semenanjung Korea’. Kegagalan tercapainya kesepakatan dalam pertemuan puncak kedua di Vietnam, memicu pertanyaan soal nasib proses denuklirisasi selanjutnya.

Saat bertemu di Vietnam, keduanya menunjukkan kesediaan untuk berunding lebih lanjut. Namun setelah itu, serangkaian citra satelit yang muncul menunjukkan peningkatan aktivitas di lokasi peluncuran rudal Sohae. Hal ini memicu kekhawatiran internasional bahwa Korut mungkin bersiap melakukan peluncuran terbaru. Ditambah, bulan lalu, seorang diplomat senior Korut menyatakan bahwa Korut tengah mempertimbangkan untuk menangguhkan perundingan nuklir dengan AS – Solid Berjangka