Banyak Sentimen, Bursa Eropa Ditutup Bervariasi

SOLID BERJANGKA MAKASSAR – Bursa-bursa utama Eropa ditutup variatif pada perdagangan hari Senin (5/11/2018) karena investor mencerna berbagai kabar dan menantikan beberapa perhelatan politik.

Indeks FTSE 100 di London menguat 0,14% ke 7.103,84, indeks DAX di Frankfurt terkoreksi 0,21% menjadi 11.494,96, dan indeks CAC 40 di Paris melemah tipis 0,02% ke posisi 5.101,39.

Indeks Eropa Stoxx 600 ditutup turun 0,09% dengan berbagai sektor bergerak ke arah yang berbeda.

Sektor teknologi turun 1,5% sementara saham-saham migas melompat naik dengan jumlah penguatan yang sama, CNBC International melaporkan.

Bank-bank Eropa sedang dalam perhatian menyusul pengumuman hasil stress test hari Jumat. Barclays dan Lloyds dinyatakan memiliki rasio modal terkecil dalam skenario terburuk. Hal ini dikarenakan aturan akuntansi baru dan tingginya utang tanpa jaminan, menurut KPMG.

Saham kedua bank tersebut stagnan hari Senin.

Di sisi lain, bank-bank Italia mengalami tekanan karena meskipun mereka lolos stress test, para analis yakin asumsi makro Italia terlalu optimistis. Baco BPM dan Intesa Sanpaolo turun masing-masing 2% dan 1,6%.

Sementara itu, para menteri keuangan negara-negara zona euro mengadakan rapat di Brussels. Rencana anggaran Italia untuk 2019 akan menjadi bahasan para menteri.

Investor juga mencermati pemberlakuan kembali sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dan negara-negara yang berdagang dengannya. Tujuan sanksi itu adalah memangkas habis ekspor minyak Iran.

Harga minyak melonjak saat sesi perdagangan bursa Eropa. Sekitar pukul 3 sore waktu London, harga minyak WTI telah naik hampir 0,5% sementara Brent telah melesat hampir 1% – SOLID BERJANGKA