Solid Berjangka Makassar – Terhitung mulai pekan ini, Pemerintah Australia telah memberlakukan aturan baru untuk visa regional, yang nantinya bisa menjadi jembatan untuk mendapatkan status penduduk tetap. Inilah pekerjaan yang masuk dalam daftar untuk mendapatkan visa tersebut.
Daftar Pekerjaan Visa Regional

Para pendatang didorong untuk tinggal dan bekerja di wilayah regional selain Sydney, Melbourne dan Brisbane
Jenis pekerjaan untuk mendapatkan visa regional ini ditambah jumlahnya menjadi 650 jenis untuk memudahkan mereka yang berminat
Sebelumnya para pendatang yang tinggal dan bekerja di wilayah regional umumnya tidak bertahan lama

Seperti diberitakan ABC News sebelumnya, aturan baru ini berlaku mulai 16 November 2019 dengan kuota hingga 25 ribu visa selama satu tahun ke depan.

Kebutuhan untuk menghidupkan kembali kota-kota pedalaman yang semakin banyak ditinggalkan warganya mendorong lahirnya aturan baru ini.

Di sisi lain, seperti dikemukakan Menteri Imigrasi David Coleman, kebanyakan pendatang lebih memilih bekerja dan tinggal di wilayah metropolitan seperti Sydney, Melbourne dan Brisbane.

“Dengan meminta para pendatang untuk tinggal dan bekerja di wilayah regional minimal 3 tahun sebelum mereka bisa menjadi penduduk tetap, maka kami mendorong mereka untuk menetap di sana untuk jangka waktu yang panjang,” ujar Menteri Coleman, seperti dilaporkan ABC News, Selasa (19/11/2019).

“Hal itulah yang dibutuhkan di kota-kota kecil dan wilayah pedalaman kita saat ini,” tambahnya.

Mereka yang berminat melamar visa regional yang baru ini (Visa bernomor 491 dan 494), diwajibkan tinggal minimal selama 3 tahun, sebelum berhak mendapat status penduduk tetap.

Bahkan, setelah beberapa tahun mendapatkan status sebagai penduduk tetap, terbuka jalan bagi yang bersangkutan menjadi warga negara Australia.

Untuk itu, pemerintah menambah jumlah jenis pekerjaan dan keterampilan yang bisa memenuhi syarat visa regional ini, mulai dari penari (dancer) hingga tukang batu (bricklayer) – lihat daftar lengkapnya di bagain akhir artikel ini.

Selain pekerjaan dan keterampilan yang jumlahnya mencapai 650 jenis, aturan baru ini juga mengkategorikan seluruh wilayah Australia selain Sydney, Melbourne dan Brisbane sebagai “wilayah regional”.

Tampaknya, pemerintah kini sedang berusaha untuk “menahan” para pendatang agar bersedia bekerja dan menetap lebih lama di wilayah regional.

Pasalnya, menurut hasil penelitian Profesor James Raymer dari Australian National University (ANU), para migran itu “sangat rendah kemungkinannya” untuk bertahan lama di pedalaman.

ABC News: Jack Snape: Peneliti kesehatan hewan Forough Ataollahi tinggal dan bekerja di Wagga, kota pedalaman di New South Wales.

“Kebanyakan migran akan meninggalkan wilayah regional dalam periode 5 tahun dan jika akan menetap di Australia, mereka lebih memilih kota besar seperti Sydney dan Melbourne,” jelasnya kepada wartawan ABC Jack Snape.

Penelitian Prof Raymer menganalisa data keimigrasian di Australia selama 40 tahun terakhir.

Salah seorang pendatang yang kini menetap di Wagga, kota kecil di pedalaman New South Wales (NSW), Forough Ataollahi mengaku tidak ada masalah tinggal di sana.

“Teman-teman bilang pasti saya akan bosan tinggal di Wagga karena kotanya kecil, tak banyak yang bisa dilakukan,” katanya.

Tapi begitu tinggal di sana, dia mengaku justru suka dengan kehidupan barunya di Wagga.

Namun sejauh ini, Pemerintah NSW kabarnya telah menunda pemberlakuan visa regional baru ini, untuk jalur yang diajukan berdasarkan poin, hingga awal tahun 2020.

Kendala lainnya yang juga jadi sorotan yaitu adanya ketentuan mengenai tingkat penghasilan minimal 53.900 dolar pertahun, untuk bisa mengajukan permohonan status penduduk tetap.

Ketua Migration Institute of Australia John Hourigan misalnya menilai, ketentuan ini justru akan mempersulit orang untuk datang ke wilayah regional.

Tapi pemerintah tetap optimistis dan malah menaikkan kuota visa jenis ini menjadi 25.000 orang untuk satu tahun ke depan.