Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.

Solid Berjangka Makassar – Jumlah investor di pasar modal Indonesia yang tercatat di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Juli 2020 mencapai 3,02 juta investor. Investor yang terdiri dari investor saham, reksa dana, dan obligasi itu tumbuh 22% dari 2019.

Jika dilihat dari 3 tahun terakhir, jumlah investor pasar modal itu sudah naik 3 kali lipat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Hoesen menjelaskan, dari total pertumbuhan jumlah investor itu paling besar merupakan investor reksa dana. Menurut data BEI jumlah investor reksa dana sudah mencapai 2,3 juta.

“Sebenarnya di masing-masing produk memang di antara SID atau rekening yang terkait reksa dana memang tumbuh paling besar dibanding SID di saham,” ujarnya dalam konferensi pers peringatan HUT Diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia.

Menurutnya pertumbuhan investor reksa dana paling besar lantaran infrastruktur dari sisi distribusinya semakin luas. Saat ini produk reksa dana bukan hanya ditawarkan melalui institusi terkait pasar modal tapi juga perbankan hingga fintech.

Hoesen juga menilai, peningkatan jumlah investor pasar modal itu ada hubungannya pandemi COVID-19. Menurutnya dengan dibatasinya aktivitas sosial membuat minat masyarakat untuk menjadi investor pasar modal semakin tinggi.

“Kita tidak berpikir 3 juta investor itu bisa dicapai di bulan ini. Sebetulnya harusnya 3 juta itu bisa dicapai di tahun depan. Ini di luar ekspektasi kita, ternyata publik membutuhkan investasi sepertinya di era pandemi ini. Karena berbagai usaha yang mereka lakukan tidak bisa dilakukan, sehingga mencari alternatif. Atau masyarakat dengan adanya PSBB kegiatan terbatas, akhirnya melakukan transaksi saham secara online. Sehingga bisa akselerasi pertumbuhan investor, ini mungkin hikmah di balik adanya pandemi COVID-19,” terangnya.

Sementara jumlah rerata harian investor ritel saham yang melakukan transaksi di Juli 2020 naik 82,4% dari bulan Maret 2020 dari 51 ribu menjadi 93 ribu investor.

Angka investor ritel yang bertransaksi di bulan Juli tersebut berada di atas rata-rata investor aktif ritel sejak awal tahun 2020 yang sebanyak 65 ribu investor ritel.